Dispora Kukar Garap Ulang Bumi Perkemahan Panji Sukarame
Tenggarong– Cita-cita menghadirkan tenda-tenda Pramuka yang tertata apik di tepi waduk, tempat anak-anak dapat mengasah kemandirian sembari menikmati keindahan alam, adalah visi baru Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) untuk Bumi Perkemahan (Buper) Panji Sukarame.
Revitalisasi kawasan ikonik yang telah lama terbengkalai ini telah ditetapkan sebagai prioritas utama Dispora. Tujuannya adalah mengubah Buper Panji Sukarame menjadi pusat unggulan bagi pembinaan karakter dan kemandirian pemuda, yang dipastikan layak, aman, dan nyaman untuk mendukung berbagai kegiatan kepramukaan.
Nopan Solihin, Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, mengakui bahwa potensi Buper ini sangat besar. Namun, kondisi fasilitasnya saat ini sungguh memprihatinkan: area untuk berkemah mengalami kerusakan, jalur evakuasi tidak memadai, pasokan air bersih terbatas, serta kondisi aula dan toilet memerlukan pembenahan serius.
“Buper Panji Sukarame punya nilai historis dan strategis untuk Pramuka serta pemuda, rehabilitasi wajib dilakukan agar nyaman dipakai lagi,” ujar Nopan.
Rencana rehabilitasi yang disusun mencakup perbaikan menyeluruh pada area berkemah, penetapan jalur evakuasi darurat, peningkatan pengadaan sumber air bersih, pembangunan aula serbaguna (multifungsi), modernisasi toilet, hingga pemasangan lampu penerangan. Seluruh pekerjaan konstruksi akan dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan ketersediaan alokasi anggaran yang ada.
Tantangan utama yang dihadapi adalah isu status pengelolaan. Saat ini, Buper masih berada di bawah otoritas Dinas Pariwisata, dan belum dialihkan ke Dispora atau Kwarcab, sehingga setiap penyelenggaraan kegiatan memerlukan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Status aset belum beralih, tapi kami dorong fokus Buper jadi pusat pembinaan, bukan sekadar objek wisata,” tambah Nopan.
Upaya rehabilitasi ini bukan sekadar pembenahan fisik. Dispora berambisi menjadikan Buper Panji Sukarame kembali sebagai jantung semangat Gerakan Pramuka, yang akan menaungi berbagai kegiatan mulai dari kemah akbar hingga pelatihan kepemimpinan (leadership) ala Jambore Ranting.
Meskipun harus menghadapi keterbatasan anggaran, komitmen Dispora tetap tak tergoyahkan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembangunan sistem drainase anti-banjir hingga pendirian tenda permanen, semuanya untuk mendukung kontinuitas kegiatan rutin Pramuka.
“Kalau fasilitas oke, kegiatan bakal sering digelar Pramuka Kukar hidup lagi, anak-anak betah belajar mandiri di alam terbuka” tutup Nopan.



