Starlet Boleh Hilang, Ikatan Tetap Jalan
Tim Ngopi Kaltim Gas Touring Perdana 2026
Longtime.id – Mesin-mesin tua kembali dipanaskan. Bukan sekadar untuk menempuh jarak, tetapi untuk menjaga satu hal yang tak lekang usia: kebersamaan. Minggu (1/2/2026) lalu, Tim Ngopi Kaltim membuka kalender 2026 dengan Turing Tritura—sebuah penanda bahwa komunitas mobil lawas masih hidup, solid, dan terus bertumbuh di Kalimantan Timur.
Ratusan kilometer dilahap bersama. Peserta Turing Tritura datang dari berbagai penjuru—Balikpapan, Bontang, Samarinda hingga Tenggarong—membawa semangat yang sama: merawat silaturahmi lintas generasi pecinta Toyota Starlet dan mobil era 1980–1990-an.
Rute awal menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya dialihkan ke Tenggarong, Kutai Kartanegara. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi lapangan, tanpa mengurangi esensi utama kegiatan: berkumpul dan bergerak bersama.
Menariknya, komunitas ini tak lagi berdiri semata atas nama kendaraan. Perwakilan anggota muda Tim Ngopi Kaltim, Dwie, menyebut kegiatan tersebut sebagai bukti bahwa mobil lawas tetap relevan—bahkan bagi generasi Z.
“Ini memang turing perdana kami di 2026. Tapi yang lebih penting, Tim Ngopi bukan hanya soal Starlet. Siapa pun yang merasa bagian dari keluarga besar ini bisa ikut, meski sudah tidak lagi punya Starlet,” ujarnya.
Menurut Dwie, kekuatan Tim Ngopi Kaltim justru terletak pada keterbukaan dan rasa memiliki antaranggota. “Starlet-nya boleh sudah dijual atau pindah tangan. Tapi kebersamaan tetap dijaga. Di situlah keseruannya,” katanya.
Momentum turing kali ini juga terasa istimewa. Komunitas pengguna Starlet genap berusia 11 tahun, sementara Tim Ngopi Kaltim memasuki usia 2 tahun. Panitia pun menyerahkan sejumlah hadiah dan penghargaan, dengan dukungan dari para donatur yang konsisten menjaga denyut komunitas.
Penghargaan Best Team diraih Tim Ngopi Balikpapan, sedangkan Best Supportive Team diberikan kepada Tim Ngopi Bontang. Keduanya dinilai menunjukkan kekompakan dan solidaritas yang kuat di wilayah masing-masing.
Tak hanya itu, apresiasi juga diberikan kepada para istri dan anak anggota Tim Ngopi. Dukungan keluarga disebut sebagai fondasi penting yang membuat komunitas tetap bertahan dan berkembang.
Leader Tim Ngopi Kaltim, Riri, menegaskan bahwa arah komunitas ke depan tetap berpijak pada kebersamaan tanpa sekat. “Kami ingin kegiatan berjalan rutin, minimal tiga bulan sekali. Agendanya harus kuat, variatif, dan mempererat anggota,” ujarnya.
Ia juga menekankan tidak adanya hierarki dalam komunitas. “Di Tim Ngopi tidak ada senior atau junior. Semua setara. Pengguna Starlet maupun non-Starlet saling menghargai. Jangan sampai ada perpecahan, karena kebersamaan adalah kunci,” pungkasnya. (red/mam)



