SMKN 1 Bengalon dan PAMA Kukuhkan Satgas K3LH untuk Perkuat Budaya Aman di Sekolah

Longtime.id – SMKN 1 Bengalon bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) Site Kutai Timur meresmikan Satgas PAMA Safe School sebagai langkah strategis memperkuat keselamatan, kesehatan kerja, dan kepedulian lingkungan di lingkungan pendidikan.
Pelantikan satgas berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan sekolah, para guru, Taruna-Taruni, serta tim CSR dan Safety, Health, Environment (SHE) PAMA. Sebanyak sepuluh anggota satgas yang terdiri atas perwakilan guru dan siswa resmi diangkat sebagai motor penggerak implementasi keselamatan di lingkungan sekolah.

Para anggota satgas mendapat pembekalan mengenai peran, fungsi, dan rencana kerja yang mereka emban. Ruang lingkup tugas satgas meliputi inspeksi rutin fasilitas sekolah, edukasi keselamatan kepada siswa, hingga menjadi lini koordinasi awal apabila muncul indikasi potensi bahaya. Kehadiran struktur satgas ini memberikan mekanisme yang lebih terorganisasi dalam menjaga keamanan dan kesehatan di lingkungan belajar.
Wakil Kepala Bidang Ketarunaan SMKN 1 Bengalon, Awaluddin, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan berkelanjutan dari PAMA. Ia menilai pembentukan satgas sebagai langkah penting menciptakan budaya K3LH yang lebih kuat.
“Dengan terbentuknya satgas beranggotakan siswa dan guru ini, sekolah kami lebih siap membangun budaya K3LH yang berkelanjutan. Terima kasih kepada PAMA yang terus mendampingi,” ungkapnya.
Perwakilan CSR PAMA, Sri Supriadi, menegaskan dukungan perusahaan terhadap pengembangan sekolah berbasis keselamatan. Ia melihat satgas sebagai bagian vital dari keberlanjutan Program PAMA Safe School. “Satgas ini akan menjadi garda terdepan dalam menerapkan keselamatan di sekolah. Kami berharap anggota satgas dapat menjadi role model bagi seluruh siswa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Tim SHE PAMA, Bayu Darmawan, menjelaskan bahwa jumlah anggota satgas yang berjumlah sepuluh orang dirancang agar koordinasi semakin mudah dan efektif dalam menghadapi potensi keadaan darurat. “Satgas ini akan mempermudah koordinasi dan tindakan cepat jika terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan segera,” jelasnya. (adv/diskominfokutim/lt)



