BERITAKUTAI TIMUR

Sedekah di Jalan Dinilai Picu Masalah Sosial

Aktivitas Badut Jalanan Kian Meresahkan

Longtime.id – Aktivitas badut jalanan dan anak jalanan di persimpangan lampu merah dinilai membahayakan keselamatan. Karena itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur mengimbau warga tidak lagi memberikan uang secara langsung di jalan raya.

Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, mengatakan aktivitas tersebut membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban lalu lintas. Selain itu, pemberian uang di jalan justru menimbulkan ketergantungan dan memperparah masalah sosial.

“Penghasilan dari jalanan cukup besar, sehingga mereka merasa nyaman dan enggan mencari pekerjaan yang lebih layak,” ujar Ernata beberapa waktu lalu kepada awak media.

Ia menambahkan, keberadaan badut dan pengemis di jalan berisiko tinggi memicu kecelakaan, baik bagi mereka sendiri maupun pengguna jalan. Dinsos juga menyoroti keterlibatan anak-anak yang berpotensi mengalami eksploitasi dan terputus dari pendidikan.

Sebagai langkah pencegahan, Dinsos bersama instansi terkait memasang plang imbauan di sejumlah titik strategis dan melakukan sosialisasi melalui media sosial. Penertiban akan dilakukan oleh Satpol PP sesuai SOP jika masih ditemukan pelanggaran.

“Setelah penertiban, mereka akan dibina oleh Dinsos. Anak-anak dikembalikan ke sekolah, sementara remaja dibekali pelatihan keterampilan,” jelasnya.

Dinsos mengajak masyarakat menyalurkan sedekah melalui jalur resmi dan tepat sasaran agar tidak memperpanjang persoalan sosial. (rh/mam)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }