RSUD Kudungga Siapkan Lompatan Layanan
Cathlab Dibidik Jadi Game Changer Kesehatan Kutim
Longtime.id — Di tengah sorotan publik terhadap mutu layanan kesehatan daerah, RSUD Kudungga Kutai Timur mulai menggeser orientasi pelayanan dari sekadar bertahan menjadi ofensif. Rumah sakit rujukan ini bersiap menghadirkan layanan kateterisasi jantung (cathlab) berteknologi tinggi yang diproyeksikan memangkas rujukan keluar daerah dan memperluas penanganan kasus kritis, termasuk stroke.
Transformasi tersebut, menurut Direktur RSUD Kudungga dr Muhammad Yusuf, bukan langkah instan. Sejak 2024 hingga 2025, manajemen rumah sakit secara bertahap membenahi layanan, mulai dari peningkatan akreditasi, penguatan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kompetensi tenaga medis.
“Pembenahan kami lakukan berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tetapi juga mutu layanan dan sumber daya manusia. Indeks kepuasan masyarakat dan capaian akreditasi menunjukkan tren yang terus membaik,” ujar Yusuf.
Salah satu fokus utama pengembangan berada pada layanan kateterisasi jantung atau Catheterization Laboratory (cathlab). Fasilitas ini dirancang sebagai ruang tindakan khusus berteknologi tinggi untuk diagnosis dan penanganan penyakit jantung serta pembuluh darah dengan metode minimally invasive, berbasis kateter dan sistem angiografi.
Keberadaan cathlab di RSUD Kudungga diyakini mampu memangkas ketergantungan rujukan ke luar daerah, sekaligus memperluas spektrum layanan kasus gawat darurat. Tak hanya untuk pasien serangan jantung, fasilitas ini juga disiapkan untuk penanganan stroke.
“Untuk layanan jantung, memang sudah ada di beberapa rumah sakit di Kaltim. Tapi untuk penanganan stroke menggunakan cathlab, RSUD Kudungga nantinya akan menjadi yang pertama di provinsi ini,” jelas Yusuf.
Target operasional layanan cathlab dipatok pada Februari hingga Maret 2026. Persiapan sumber daya manusia disebut menjadi prioritas utama. RSUD Kudungga telah menyiapkan dokter spesialis jantung serta dokter bedah saraf yang mengantongi sertifikasi khusus, termasuk tenaga medis yang menempuh pendidikan lanjutan di luar negeri.
“Kami memiliki dokter bedah saraf bersertifikasi yang bahkan menempuh pendidikan di Jepang. Ini menjadi modal penting dalam memastikan layanan berjalan optimal,” tambahnya.
Langkah modernisasi RSUD Kudungga berkelindan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur yang menetapkan 50 program unggulan sebagai poros pembangunan daerah. Penguatan layanan kesehatan dasar dan rujukan menjadi salah satu sektor strategis yang dipercepat.
Di tengah tantangan geografis dan distribusi layanan yang belum merata, kehadiran fasilitas kesehatan berteknologi tinggi di daerah menegaskan bahwa pembangunan tidak semata soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang keberpihakan pada keselamatan dan kualitas hidup manusia. (rh/sr)



