PT Telkomsel Klaim Jumlah Tower BTS 5G Capai 5.300 Unit, Bagaimana Wilayah Pelosok?
LONGTIME.ID – PT Telkomsel mengklaim telah memperluas jaringan 5G secara signifikan sepanjang 2025. Jumlah base transceiver station (BTS) 5G milik perusahaan itu melonjak tajam hingga menembus sekitar 5.300 unit. Namun di tengah klaim ekspansi tersebut, pertanyaan soal pemerataan jaringan masih terus muncul di berbagai daerah.
Data perusahaan menunjukkan jumlah BTS 5G Telkomsel meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, operator seluler ini hanya mengoperasikan sekitar 975 unit BTS 5G.
Lonjakan tersebut disebut sebagai bagian dari perubahan strategi pengembangan jaringan. Telkomsel beralih dari pola spot coverage ke pendekatan continuous coverage melalui kampanye yang mereka sebut sebagai “Hyper 5G”.
Di tengah kompetisi industri telekomunikasi yang semakin agresif, langkah Telkomsel ini juga terjadi bersamaan dengan ekspansi besar dari operator lain.
Perusahaan seperti Indosat Ooredoo Hutchison bahkan mencatatkan jumlah BTS 5G yang lebih banyak sepanjang 2025. Berdasarkan laporan internal yang dikutip Selasa (17/2/2026), operator tersebut telah mengoperasikan sekitar 6.872 BTS 5G.
Angka itu melonjak drastis dibandingkan 2024 yang hanya tercatat 107 unit BTS 5G.
Sementara itu, operator lain yakni XL Axiata melalui entitas jaringan 5G-nya mengklaim telah menghadirkan cakupan jaringan generasi kelima di 33 kota. Perusahaan juga menargetkan perluasan hingga 88 kota sepanjang tahun ini.
Vice President Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, mengatakan strategi pengembangan jaringan dilakukan secara bertahap dan terukur.
Menurut dia, pendekatan tersebut dipilih untuk memastikan pemanfaatan spektrum frekuensi yang ada tetap optimal sekaligus menjaga kesehatan investasi perusahaan.
“Dengan ketersediaan spektrum yang berlaku saat ini, kami terus mengoptimalkan adopsi 5G,” kata Fahmi dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Ia menambahkan, perusahaan juga berupaya memastikan teknologi tersebut memberikan pengalaman layanan yang konsisten bagi pelanggan. Hal itu dilakukan di tengah kondisi ekonomi makro yang masih menantang serta ekosistem perangkat 5G yang dinilai belum sepenuhnya matang.
Sepanjang 2025, Telkomsel juga mengklaim mulai memperluas implementasi jaringan dari titik-titik terbatas menuju cakupan berkelanjutan melalui program Hyper 5G.
Perusahaan menyebut layanan 5G mereka turut mendapat pengakuan dari lembaga analisis jaringan global Opensignal. Dalam laporan Desember 2025, Telkomsel disebut memperoleh penilaian terbaik pada 11 metrik jaringan 5G yang dianalisis.
Meski begitu, klaim perluasan jaringan tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di sejumlah daerah.
Disisi lain seorang warga di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul, mengaku hingga kini wilayah tempat tinggalnya belum menikmati layanan jaringan 5G. Ia menilai kualitas internet yang tersedia masih berada di level 4G dengan sedikit peningkatan kecepatan.
“Kalau di sini belum ada 5G. Paling mentok masih 4G plus saja. Kadang cepat, tapi sering juga naik turun,” kata Abdul saat ditemui, Kamis (5/3/2026).
Menurut dia, jaringan internet rumah dari IndiHome juga belum memberikan pengalaman yang jauh berbeda dari jaringan seluler.
“Kalau dibilang sudah 5G rasanya belum. Internet rumah juga masih terasa seperti 4G yang dipaksa lebih cepat. Padahal kalau benar sudah 5G harusnya jauh lebih stabil,” ujarnya.
Senada, Mahmudon warga Sangatta, Kutai Timur (Kutim) juga menyampaikan belum menikmati layanan 5G di wilayah tempat tinggalnya. Padahal, kata dia masih banyak wilayah yang jauh lebih pelosok dibandingkan Kecamatan Sangatta Utara.
“Disini saja belum ada jaringan 5G, bagaimana daerah lain yang jauh lebih pelosok seperti Kecamatan Muara Ancalong, Kaubun atau wilayah Sandaran sana,” singkatnya.
Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan jumlah BTS belum otomatis membuat layanan 5G merata. Hingga kini, jaringan generasi kelima di Indonesia masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara banyak wilayah lain belum sepenuhnya merasakan teknologi tersebut.
