PLN ULP Sangatta Lakukan Pemadaman 8 Jam di Pesisir Timur Kutim untuk Tingkatkan Keandalan Listrik

Longtime.id – PLN ULP Sangatta mengumumkan pemadaman listrik sementara selama delapan jam pada Selasa, 2 Desember 2025, di wilayah pesisir timur Kutai Timur. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan vital Gardu Induk Maloy guna menjaga stabilitas dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat dan sektor usaha.
Pemadaman dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan mencakup wilayah yang cukup luas. Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, Karangan, sebagian Bengalon, serta jalur strategis Jalan Poros Muara Lembak beserta gang-gang sekitarnya akan terdampak. Beberapa desa, termasuk Sekuarau Atas, Sekuarau Bawah, Sekerat, Sepaso Timur, dan sebagian wilayah Sepaso Induk, juga masuk dalam daftar area yang harus bersiap menghadapi penghentian sementara aliran listrik.

Manager PLN ULP Sangatta, Nursalim, menjelaskan bahwa pemadaman ini diperlukan karena pemeliharaan yang dilakukan pada Gardu Induk Maloy bersifat menyeluruh. “Pekerjaan perawatan teknis membutuhkan penghentian total aliran listrik demi keamanan pekerja dan untuk mencegah risiko gangguan jaringan yang lebih besar,” kata Nursalim saat memberikan keterangan langsung pada Rabu, 26 November 2025, di kantor PLN Sangatta.
PLN menekankan bahwa pemeliharaan rutin seperti ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keandalan suplai listrik di wilayah yang sangat bergantung pada Gardu Induk Maloy. Tanpa perawatan berkala, risiko gangguan besar bisa meningkat, yang justru akan menimbulkan ketidaknyamanan lebih lama bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Seiring dengan pengumuman pemadaman, PLN mengimbau warga untuk menyiapkan kebutuhan listrik sebelum jadwal pemadaman dimulai. Penggunaan sumber listrik alternatif, termasuk generator, harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan agar tidak menimbulkan risiko kebakaran atau kecelakaan listrik. “Jadwal pemadaman dapat berubah sewaktu-waktu apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan,” tambah Nursalim.
Dampak pemadaman ini tentu dirasakan luas, mulai dari aktivitas rumah tangga hingga kegiatan usaha kecil yang sangat bergantung pada listrik. Meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara, langkah ini dianggap sebagai kompromi yang tak terhindarkan untuk menjaga kontinuitas energi jangka panjang.
PLN menekankan bahwa pemeliharaan Gardu Induk Maloy tidak hanya meningkatkan keandalan listrik, tetapi juga memperkuat sistem distribusi di seluruh wilayah pesisir timur Kutim. “Langkah ini penting agar sistem distribusi listrik tetap stabil, sehingga masyarakat dan pelaku usaha dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman dalam jangka panjang,” ujar Nursalim. (adv/diskominfokutim/lt)



