Peluang Gelar Menyempit, Liverpool Dituntut Bangkit di Sisa Musim
LIVERPOOL – Tekanan terhadap Liverpool semakin besar seiring performa tim yang belum sepenuhnya stabil dalam beberapa bulan terakhir. Hasil yang tidak konsisten membuat peluang mereka mempertahankan gelar Premier League semakin sulit.
Saat ini, target realistis Liverpool di liga hanyalah mengamankan posisi empat besar agar tetap tampil di Liga Champions musim depan.
Di tengah situasi tersebut, peluang meraih trofi musim ini praktis hanya tersisa di dua kompetisi. Di Piala FA, Liverpool berhasil melangkah ke perempat final setelah menyingkirkan Wolverhampton Wanderers.
Sementara di Liga Champions, mereka dijadwalkan menghadapi klub Turki Galatasaray pada babak 16 besar.
Namun inkonsistensi performa masih menjadi masalah utama. Ironisnya, sebelum menyingkirkan Wolverhampton di Piala FA, Liverpool justru kalah dari lawan yang sama di liga.
Kondisi itu membuat wakil kapten tim, Andy Robertson, mengingatkan rekan-rekannya bahwa peluang meraih trofi bisa hilang jika performa tim terus naik turun.
Menurut Robertson, klub sebesar Liverpool selalu dituntut bersaing memperebutkan gelar setiap musim.
“Saya selalu ingin memenangi trofi, apa pun itu, baik Piala FA, Carabao Cup, Liga Champions, atau Liga Inggris,” ujarnya.
Ia mengakui musim ini tidak berjalan sesuai harapan, terutama setelah Liverpool tersingkir dari Carabao Cup dan tertinggal dalam persaingan liga.
Karena itu, Robertson menilai konsistensi permainan menjadi faktor yang akan menentukan nasib Liverpool pada sisa musim.
“Kami hanya punya dua kesempatan sekarang. Jika kami bermain seperti saat tampil bagus, kami punya peluang. Tapi jika performanya turun, itu tidak akan cukup,” katanya.
Ia berharap Liverpool mampu menjaga performa hingga akhir musim agar tetap memiliki peluang menutup kompetisi dengan trofi.
(rwt/mam)



