Manfaat Program MBG Terasa di SMPN 3 Bontang, Tekan Kasus Kelaparan dan Tingkatkan Kondisi Siswa

Longtime.id – Program Makanan Bergizi (MBG) yang berjalan di SMP Negeri 3 Bontang membawa dampak signifikan bagi para siswa, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu dan wilayah pesisir. Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 3 Bontang, Suriati.
Suriati mengungkapkan bahwa sekitar 20 lebih siswa di sekolahnya berasal dari daerah pesisir seperti Selangan dan Malahing. Kondisi sosial ekonomi para siswa juga menjadi tantangan tersendiri.
“Sekolah kami ini golongan menengah bawah. Sekitar 30 persen anak kami masuk dalam kategori keluarga kurang mampu,” ungkapnya.
Menurutnya, keterbatasan tersebut berimbas pada asupan gizi harian siswa. Banyak dari mereka yang datang ke sekolah tanpa membawa bekal makanan maupun tumbler. Bahkan, beberapa orang tua disebut tidak memberikan uang jajan karena kondisi ekonomi yang sempit.
“Di awal masuk kelas 7 kemarin, ada beberapa anak mengaku kelaparan. Mereka tidak sarapan, tidak bawa bekal, dan tidak diberikan uang jajan,” jelasnya.
Di sinilah manfaat program MBG dirasakan sangat kuat. Program ini menjadi penopang kebutuhan gizi harian bagi siswa yang membutuhkan. “MBG ini benar-benar membantu. Anak-anak sangat merespon karena mereka memang membutuhkan. Meski makanannya sederhana, tapi bernilai gizi dan sangat berarti bagi mereka,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa dibandingkan sekolah-sekolah di pusat kota, kebutuhan siswa SMPN 3 terhadap program ini jauh lebih tinggi. “Mungkin berbeda dengan SMP 1 atau sekolah lain di kota. Kondisi anak-anak di sini jauh lebih terbatas,” ujarnya. (adv/disdikbudbontang/lt)



