Kwaran Loa Janan Buktikan Konsistensi Pembinaan
Tenggarong– Kwartir Ranting (Kwaran) Loa Janan sekali lagi menegaskan dominasinya. Mereka mencetak rekor luar biasa dengan dinobatkan sebagai Kwaran Tergiat Kutai Kartanegara 2025 untuk kali keenam secara berturut-turut. Prestasi ini merupakan rekor daerah yang sulit dipecahkan dan menjadi cerminan kuatnya disiplin serta budaya pembinaan Pramuka di wilayah tersebut.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian yang berkelanjutan ini. Menurutnya, kesuksesan yang diulang-ulang oleh Loa Janan bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi pembinaan yang dilaksanakan dengan keseriusan dan penuh disiplin.
“Enam kali berturut-turut jadi Kwaran Tergiat itu bukan rutinitas, tapi bukti nyata konsistensi luar biasa, mereka aktif latihan rutin, rajin ikut lomba cabang-daerah, dan selalu terdepan dalam Pramuka Peduli,” tambahnya.
Proses penilaian untuk menyandang gelar Kwaran Tergiat sangat ketat, mencakup banyak indikator, termasuk kualitas kegiatan, jumlah anggota yang aktif, kelengkapan administrasi, inovasi program yang diluncurkan, hingga dampak nyata aksi sosial bagi masyarakat sekitar.
Kwaran Loa Janan unggul di semua kriteria tersebut. Mereka memiliki kegiatan rutin yang berjalan tanpa henti, didukung oleh pengurus yang kompak, serta pembina yang secara aktif menggerakkan gugus depan di setiap sekolah.
Selain itu, keterlibatan mereka dalam kegiatan sosial seringkali menjadi contoh positif. Mulai dari bakti lingkungan, tanggap bencana, hingga program peduli masyarakat di tingkat kecamatan. Semua dilaksanakan secara terencana dan konsisten setiap tahunnya.
Dispora Kukar berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi positif bagi Kwaran-Kwaran lain di Kukar. Aji menekankan perlunya 18 Kwaran lain untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar perkembangan Gerakan Pramuka di daerah menjadi lebih merata.
“Yang masa baktinya habis, segera susun kepengurusan baru agar roda kegiatan tidak berhenti, pembinaan itu harus berkesinambungan,” tegasnya.
Ia juga berpesan agar Loa Janan tidak berpuas diri. Gelar enam kali berturut-turut, menurutnya, harus memicu inovasi-inovasi baru dan menjaga posisi mereka sebagai role model bagi daerah lain.
“Loa Janan adalah bukti bahwa pramuka di Kukar hidup, kreatif, dan peduli, pertahankan, bahkan tingkatkan lagi,” pungkasnya.



