Kutim Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Pembinaan Peternakan dan Pertanian Berkelanjutan
Longtime.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) terus memperkuat sektor pertanian dan peternakan sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah. Upaya ini ditempuh melalui program pembinaan berkelanjutan, evaluasi rutin, serta pengembangan pola kemitraan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Kepala Dinas TPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menggelar pertemuan bersama para pelaku usaha peternakan ayam broiler. Forum tersebut membahas aspek perizinan, pola kemitraan, hingga pengelolaan dampak lingkungan.

“Sebagian besar peternak broiler merupakan plasma perusahaan besar seperti Charoen Pokphand dan Japfa Comfeed. Mereka telah memiliki pasar yang jelas serta pendampingan terstruktur,” ujarnya kepada awak media, Jumat (14/11/2025).
Dyah menambahkan, pembinaan saat ini difokuskan pada peningkatan manajemen kandang dan optimalisasi pemanfaatan limbah agar lebih ramah lingkungan.
Di sisi lain, subsektor peternakan sapi turut menjadi perhatian. Populasi sapi di Kutim saat ini tercatat sekitar 15 ribu ekor, namun sempat menurun akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemerintah daerah mendorong peningkatan populasi melalui program inseminasi buatan yang mencatat hampir 1.000 kelahiran tahun ini, serta penambahan pasokan sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal sekitar 5.000 ekor per tahun.
“Dari total populasi yang ada, hanya sekitar 1.500 ekor yang dapat dipotong setiap tahun,” jelasnya.
Meski memiliki potensi besar, Dyah menilai tantangan utama saat ini adalah minimnya pelaku usaha utama di subsektor peternakan. Mayoritas masyarakat masih menjadikan beternak sebagai pekerjaan sampingan. Padahal Kutim memiliki keunggulan berupa ketersediaan lahan yang luas, pakan yang melimpah, pasar yang jelas, serta meningkatnya minat investor lokal yang bisa mempercepat pertumbuhan sektor ini—baik untuk kebutuhan Kutim maupun daerah sekitar seperti Bontang.
Untuk sektor hortikultura, produksi tetap stabil meski masuk musim hujan. Dinas TPHP telah menyiapkan anggaran untuk mengantisipasi risiko bencana, meliputi penyediaan bibit, pupuk, dan sarana produksi. Mulai tahun depan, program asuransi pertanian bekerja sama dengan Jasindo juga akan direalisasikan guna memberikan perlindungan tambahan bagi petani.
Dengan langkah yang terukur dan kolaboratif berbasis inovasi, Pemkab Kutim terus menata pembangunan menuju kemandirian pangan. Sinergi sektor peternakan, pertanian, dan hortikultura diharapkan mampu membuka peluang investasi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan. (adv/diskominfokutim/lt)



