Komunitas Sepeda Ontel Kukar Hidupkan Budaya Lokal
Tenggarong– Bayangkan sebuah iring-iringan sepeda ontel klasik melaju santai di jalanan Tenggarong, dengan pengendaranya mengenakan busana ala tempo dulu, saling menyapa dengan hangat dan senyum. Ini bukan sekadar sebuah hobi, melainkan sebuah aksi pelestarian budaya yang berhasil membuat suasana Kutai Kartanegara (Kukar) semakin meriah.
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan apresiasi tinggi atas keberadaan Komunitas Sepeda Ontel. Komunitas ini berkembang di berbagai wilayah, mulai dari Tenggaronghingga Samboja, secara harmonis memadukan olahraga, nilai sejarah, dan unsur seni lokal.
Aji Ali Husni, Kepala Dispora Kukar, memuji semangat komunitas yang selalu aktif berpartisipasi dalam event resmi maupun kegiatan yang diadakan secara mandiri. Penampilan khas mereka dengan gaya tahun 1940-an—lengkap dengan baju koko, sarung, peci, dan sepeda ontel antik—menjadikan setiap kegiatan lebih berwarna dan sarat makna.
“Kami bangga luar biasa Komunitas Sepeda Ontel tak cuma olahraga, tapi jaga nilai budaya dan sejarah,” seru Aji Ali.
Komunitas ini menjadi simbol inklusif. Berkat semangat gotong royong yang tinggi, jumlah anggotanya terus bertambah dan mereka rutin mengadakan kegiatan gowes mingguan atau fun bike mandiri, seperti touring TenggarongSeberang yang sukses menarik ratusan peserta.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, komunitas ini juga menjadi sumber inspirasi. “Mereka bukti olahraga bisa kreatif padukan gowes sehat dengan busana heritage, ini contoh buat kelompok lain: inovasi sambil jaga kearifan lokal,” tambah Aji Ali.
Kegiatan Komunitas Sepeda Ontel juga berhasil mempererat ikatan sosial. Partisipasi aktif dari generasi muda hingga lansia menciptakan kebersamaan lintas generasi yang semakin langka di era modern ini.
Event yang digelar komunitas tidak hanya menarik perhatian warga sekitar, tetapi juga media, sehingga budaya lokal sekaligus olahraga sehat mendapatkan sorotan dari publik yang lebih luas.
Aji Ali berharap komunitas ini dapat terus berkembang dan menjadi ikon olahraga berbasis budaya di Kukar. Semangat ini diharapkan terus hidup, mulai dari gowes santai hingga penyelenggaraan festival sepeda ontel tahunan.
“Kami dukung penuh semoga jadi wadah kebersamaan yang makin kuat” pungkas Aji Ali, menutup apresiasinya untuk komunitas yang aktif menjaga warisan sejarah sambil bergerak demi kesehatan.



