Jantung Administrasi Kutim Belum Terang dan Mengalir
Warga Masih Hidup Tanpa Listrik dan Air Bersih
Longtime.id – Kemajuan pembangunan tak selalu berarti pemerataan. Di Kecamatan Sangatta Utara, wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemerintahan Kabupaten Kutai Timur, justru sebagian warga masih hidup tanpa listrik dan akses air bersih. Fakta ini menguak ironi, kebutuhan paling dasar belum terpenuhi di jantung administrasi daerah.
Data pemerintah kecamatan menunjukkan masih ada 11 titik di 11 RT yang belum tersambung jaringan listrik dari Perusahaan Listrik Negara PLN). Kondisi ini membuat sebagian warga harus bertahan dengan penerangan terbatas, bahkan di wilayah yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik.
Temuan tersebut disampaikan Camat Hasdiah Dohi dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pertengahan Februari lalu. “Kami sudah berkomunikasi dengan pihak PDAM (Perumdam TTB Kutim) mengenai kendala yang dihadapi di lapangan,” katanya.
Persoalan lain tak kalah mendasar, yakni distribusi air bersih belum menjangkau seluruh masyarakat. Sebanyak 915 kepala keluarga belum tersambung layanan air dari Perumdam Tirta Tuah Benua. Artinya, ratusan keluarga masih bergantung pada sumber air alternatif yang belum tentu layak konsumsi.
Pemerintah kecamatan menyatakan telah berkoordinasi dengan instansi penyedia layanan dan akan melakukan pengecekan lapangan bersama. Langkah ini disebut penting untuk memastikan akar persoalan, apakah jaringan belum tersedia, kapasitas terbatas, atau hambatan teknis lainnya.
Pendataan faktual diklaim menjadi dasar agar solusi yang diambil tidak lagi sekadar administratif, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Selain listrik dan air bersih, forum perencanaan juga mencatat persoalan drainase yang belum tertangani. Genangan air masih kerap merendam kawasan permukiman dan fasilitas publik saat hujan deras.
Puluhan usulan pembangunan dari desa dan kelurahan menunjukkan persoalan layanan dasar masih menjadi agenda utama masyarakat. Pemerintah kecamatan menegaskan kebutuhan dasar warga akan terus didorong menjadi prioritas pembangunan daerah. Namun bagi masyarakat, komitmen tidak cukup diucapkan tetapi harus dibuktikan.
Selama listrik belum menyala dan air bersih belum mengalir, pembangunan di pusat pemerintahan itu masih menyisakan pertanyaan besar: siapa yang benar-benar sudah menikmati hasilnya? (rh/mam)



