DPRD Kaltim Apresiasi Upaya Serius Pemkot Samarinda Atasi Banjir

Longtime.id – Anggota DPRD Kaltim, Jahidin, memberikan apresiasi terhadap keseriusan Pemerintah Kota Samarinda dalam menangani persoalan banjir yang menjadi masalah tahunan. Ia menilai kerja keras Pemkot, termasuk pelaksanaan proyek drainase hingga malam hari, menunjukkan komitmen kuat dalam mengatasi permasalahan tersebut.
“Kita harus jujur, keadaan alam di Samarinda memang rawan banjir, karena curah hujan tinggi dan posisi kota di dataran rendah,” jelasnya.
“Tapi kerja keras dari wali kota dan jajarannya sudah sangat terasa. Mereka bekerja siang malam, bahkan malam hari pun alat berat dan pekerja masih di lapangan,” sambungnya.
Jahidin menyoroti langsung pengerjaan proyek drainase di Jalan Ir. Juanda menuju Karang Asam, tepat di depan Universitas 17 Agustus. Pengerjaan dilakukan hingga larut malam demi mempercepat penanganan dan meminimalkan durasi genangan air.
“Saya melihat sendiri, malam hari proyek masih berjalan. Ini bukan sekadar simbolis, tapi bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mencatat adanya peningkatan signifikan dalam manajemen drainase kota. Jika sebelumnya genangan air bisa bertahan hingga empat hari, kini hanya membutuhkan waktu satu hingga dua jam untuk surut. Hal ini dinilainya sebagai bukti efektivitas perbaikan sistem drainase.
Lebih lanjut, Jahidin mengatakan Banjir besar terakhir tercatat terjadi pada 12 dan 27 Mei 2025, dengan ketinggian air mencapai 50–100 cm di beberapa titik rawan seperti Jalan DI Panjaitan, Mugirejo, Air Hitam, P. Suryanata, Pasar Pagi, serta kawasan Sungai Karang Mumus dan Bengkuring.
Selain itu, terjadi lima kasus longsor dan satu pohon tumbang, serta gangguan aktivitas belajar di sejumlah sekolah di Kecamatan Palaran, termasuk SMPN 13, SDN 05, dan SDN 019.
Jahidin menekankan bahwa pengendalian banjir memerlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. DPRD Kaltim, menurutnya, akan terus mengawal program strategis seperti normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM), pembangunan kolam retensi di Pampang, serta peningkatan jaringan drainase di kawasan rawan banjir.
“Kami dari DPRD tentu akan terus mengawal program-program ini agar benar-benar sampai ke rakyat. Infrastruktur dan pengendalian banjir adalah hak dasar warga,” tegasnya.
Diakhir, Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, upaya pemerintah tidak akan berhasil jika warga tetap membuang sampah sembarangan.
“Pemerintah sudah bekerja keras, kita sebagai warga juga harus ikut jaga lingkungan,” pungkasnya. (Adv/Sb/DPRDKaltim)



