Dispora Kukar Perkuat Klinik WPM untuk Cetak Ribuan Wirausahawan Muda Mandiri di Tenggarong
TENGGARONG – Bayangkan pemuda-pemuda Kukar yang dulu bingung cari kerja kini punya usaha sendiri, dari kafe kekinian hingga toko digital—semua berkat “klinik” khusus yang ubah mimpi jadi nyata! Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) tak main-main dengan komitmen cetak generasi tangguh melalui Program Klinik WPM, wadah pelatihan dan pendampingan wirausaha yang sudah lahirkan ribuan pengusaha muda sejak 2022. Di tengah efisiensi anggaran 2025, program ini tetap gaspol, dengan pelatihan praktis seperti manajemen keuangan, digital marketing, hingga barista—buktikan semangat tak tergoyahkan.
Aji Ali Husni, Kepala Dispora Kukar, dengan penuh keyakinan ceritakan bagaimana Klinik WPM jadi langkah konkret pemerintah daerah siapkan pemuda kreatif dan siap saing. “Ini bukan sekadar kursus—Klinik WPM seperti dokter usaha, di mana pemuda konsultasi langsung soal ide bisnis, hitung untung-rugi, atau trik promosi online. Kami ingin mereka tak cuma cari kerja, tapi ciptakan lapangan baru,” ujar Aji Ali saat tinjau sesi terbaru.
Oleh karena itu, meski anggaran ketat, Dispora adaptasi cerdas: fokus pendekatan hands-on yang berdampak langsung, seperti pelatihan empat hari di Februari 2025 yang libatkan 40 wirausahawan muda dari berbagai kecamatan. “Efisiensi bukan alasan matikan api—malah bikin kami lebih tajam, pastikan setiap sesi lahirkan usaha riil,” tambahnya. Bayangkan, ribuan pemuda dari Loa Janan hingga Sanga-Sanga sudah dibekali skill manajemen, perencanaan, dan pemasaran digital—banyak alumni kini sukses buka usaha, ciptakan job lokal.
Lebih lanjut, Klinik WPM tak sendirian: kolaborasi rapat dengan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) bantu peserta urus Nomor Induk Berusaha (NIB), akses Kredit Kukar Idaman (KKI) bunga rendah, hingga sertifikasi usaha. “Setelah pelatihan, kami dampingi sampai jalan—dari sosialisasi hingga monitoring lapangan, seperti di Sekam Sharing yang target 275 peserta 2025,” jelas Aji Ali. Hasilnya? Kisah inspiratif meledak: pemuda desa bangun café, mahasiswa kembangkan handmade—semua lahir dari pendampingan personal yang beda dari pelatihan massal biasa.
Dengan apresiasi nasional dari Kemenpora yang puji Klinik WPM sebagai model fasilitasi kemandirian pemuda usia 16-30 tahun, Kukar makin mantap jadi pionir. “Ini gerakan ekonomi muda—mandiri, berdaya saing, dan bikin Kukar bangga!” pungkas Aji Ali.



