Bupati Ardiansyah Ingatkan Kontraktor: Pembangunan Kutim Harus Berkualitas, Bukan Sekadar Mengejar Proyek

Longtime.id – Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa setiap pelaksana proyek pembangunan di daerah harus memiliki komitmen dan tanggung jawab penuh. Peringatan keras ini ia sampaikan menyusul masih ditemukannya proyek yang dinilai kurang optimal pada tahun sebelumnya.
Peringatan tersebut disampaikan Ardiansyah usai menghadiri Rapat Paripurna Ke-XI DPRD Kutim Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025/2026. Menyampaikan pengalaman tahun sebelumnya, ia mengungkap masih adanya proyek pembangunan yang dinilai tidak selesai secara optimal, baik dari kualitas hasil maupun teknis pelaksanaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa kondisi seperti itu tidak boleh terulang kembali.

“Kontraktor harus bertanggung jawab, jangan seperti kemarin,” ujarnya dengan nada serius.
Ardiansyah menjelaskan bahwa proses pemilihan penyedia jasa, khususnya untuk proyek Multi Years Contract (MYC), merupakan kewenangan PBJ. Meski demikian, ia menekankan bahwa siapapun yang terpilih harus memegang penuh komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai harapan masyarakat. Proyek MYC, tegasnya, menyangkut pemerataan pembangunan di seluruh Kutim dan tidak boleh ditangani secara asal-asalan.
“Kontraktor itu urusan Pengadaan Barang dan Jasa. Mereka yang membuat komitmen,” katanya, menegaskan kembali pesan tersebut.
Untuk memastikan kualitas pembangunan, Pemkab Kutim berencana memperkuat mekanisme pengawasan di lapangan. Pemerintah akan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai dokumen perencanaan, standar teknis, dan aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menjatuhkan tindakan tegas apabila ditemukan kontraktor yang lalai atau tidak memenuhi kewajiban sesuai kontrak.
Tak hanya menyoroti kontraktor, Ardiansyah juga mengingatkan perangkat daerah agar memperkuat perencanaan dan pengawasan. Instansi teknis diminta menyusun dokumen perencanaan dan supervisi secara matang, sehingga proses pengendalian pekerjaan dapat berjalan efektif dan transparan.
Menurutnya, keberhasilan pemerataan pembangunan hanya dapat dicapai jika setiap proyek diselesaikan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Kualitas menjadi faktor penting agar infrastruktur yang dibangun tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dengan peringatan tersebut, pemerintah daerah menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan proses pembangunan yang akuntabel dan berdampak nyata. Ardiansyah menutup pesannya dengan harapan agar Kutim tidak hanya membangun lebih banyak, tetapi juga membangun dengan kualitas yang lebih baik. (adv/diskominfokutim/lt)



