BKPSDM Kutim Perkuat Evaluasi e-Kinerja ASN untuk Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme

Longtime.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutai Timur menegaskan pembenahan sistem e-Kinerja ASN dilakukan secara bertahap dan berbasis data faktual, dengan fokus membangun budaya disiplin yang terukur dan pengawasan efektif oleh atasan langsung.
Menurut Ancah, pembenahan bukan hanya soal penyempurnaan teknologi digital, melainkan lebih pada membangun budaya disiplin kerja yang dapat diukur secara akurat. BKPSDM bertindak sebagai pengawas sistem, sementara pengendalian kinerja harian ASN menjadi tanggung jawab penuh atasan langsung di masing-masing unit kerja.

“Kami memantau lewat sistem, tapi pengawasan paling efektif tetap oleh atasan langsung yang melihat langsung kinerja pegawainya,” jelas Ancah saat ditemui Sabtu (22/11/2025).
Evaluasi ini menjadi semakin penting menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait ketidaksesuaian titik koordinat absensi dan ketidakselarasan laporan aktivitas harian ASN dengan kondisi di lapangan. Selain itu, BKPSDM juga menerima laporan berbagai kendala teknis maupun nonteknis dari pengguna, sehingga pembaruan sistem terus berjalan bersamaan dengan evaluasi.
Namun, pembaruan sistem tidak hanya berfokus pada koreksi, melainkan juga pada pemberian apresiasi bagi ASN yang disiplin dalam menggunakan e-Kin. Sistem penghargaan ini meliputi dua bentuk: penghargaan bagi pegawai yang konsisten menjalankan tugas dengan tertib, serta catatan khusus atau sanksi bagi yang belum memenuhi standar kedisiplinan.
“Budaya kerja baru ini memastikan tidak hanya pegawai berprestasi yang diperhatikan, tapi juga yang perlu evaluasi agar bisa memperbaiki diri,” tambah Ancah, didampingi Kepala Bidang Penilaian dan Evaluasi Kinerja (PEKA), Ardiansyah.
Selain itu, program Pegawai Teladan yang sudah berjalan akan diperkuat pada tahun mendatang dengan mengintegrasikan sistem manajemen talenta. Penghargaan ini akan berdampak pada rekam jejak profesi ASN dan membuka peluang promosi jabatan.
“Nilai Pegawai Teladan sangat berpengaruh dalam pertimbangan promosi, sehingga mereka yang masuk kategori ini memiliki rekam jejak kuat dalam sistem merit,” jelas Ancah.
Dengan langkah evaluasi menyeluruh, pengawasan berlapis, dan integrasi penghargaan dengan pengembangan karier, BKPSDM berharap tata kelola kinerja ASN Kutim semakin profesional dan transparan. Pemkab Kutim menargetkan peningkatan kualitas pelayanan publik melalui sistem digital yang adaptif serta budaya kerja yang akuntabel dan bertanggung jawab. (adv/diskominfokutim/lt)



