Pasar Ikan Sangatta Selatan 15 Tahun Tak Diperbaiki, Pedagang Minta Renovasi
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Sangatta Selatan, Jumat (13/03). Selain memantau harga bahan pokok, kunjungan tersebut menyoroti penataan pedagang yang masih berjualan di tepi jalan hingga kondisi Pasar Ikan Lama yang dinilai sudah lama tidak tersentuh perbaikan.
Sidak yang dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), unsur Forkopimda, serta sejumlah perangkat daerah itu sekaligus menjadi momentum mengevaluasi pemanfaatan aset daerah yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di kawasan Pasar Sangatta Selatan, Mahyunadi menyoroti banyaknya pedagang sayur yang masih membuka lapak di tepi jalan. Kondisi tersebut dinilai memudahkan pembeli, tetapi berdampak pada ketertiban kawasan pasar dan kelancaran lalu lintas.
Pemerintah daerah berencana menata ulang aktivitas perdagangan dengan mendorong pedagang masuk ke dalam area pasar.
“Kami ajak pedagang masuk ke dalam pasar supaya lebih tertata dan tidak mengganggu ketertiban umum. Masyarakat juga perlu edukasi agar berbelanja di dalam pasar, bukan di pinggir jalan,” kata Mahyunadi.
Sejumlah pedagang mengaku tidak keberatan dengan rencana penataan tersebut, selama fasilitas di dalam pasar turut diperbaiki. Satinem, pedagang sayur di kawasan pasar mengatakan para pedagang siap dipindahkan ke dalam pasar asalkan fasilitas dasar seperti penerangan dan akses angkut barang diperbaiki.
“Kami siap pindah ke dalam pasar, asal penerangannya cukup dan kalau bisa ada lift barang supaya memudahkan membawa dagangan,” ujarnya.
Selain menyoroti pedagang sayur, pemerintah daerah juga meninjau kondisi Pasar Ikan Lama Sangatta yang dinilai membutuhkan pembaruan. Para pedagang menyebut bangunan pasar tersebut sudah lama tidak mengalami perbaikan berarti.
“Sudah lama sekali tidak ada perbaikan. Padahal ini pasar ikan pertama di Sangatta,” kata Mansyur, salah seorang pedagang ikan.
Diketahui, Pemkab Kutim berencana membenahi sejumlah aset daerah lainnya, termasuk Rumah Potong Hewan Batota. Fasilitas tersebut akan dilengkapi sarana pendukung seperti sistem air bersih, pengelolaan limbah, ruang pemotongan yang higienis, ruang pendingin, hingga dukungan tenaga profesional seperti dokter hewan dan juru sembelih halal bersertifikat.
(rh/sr)



