Longtime.id – Datang jauh ke Baku, Newcastle United bukan sekadar menang, mereka menghancurkan Qarabag FK tanpa ampun. Kemenangan 6–1 di playoff Liga Champions UEFA menegaskan dominasi total The Magpies dan membuka peluang sejarah baru di Eropa.
Newcastle tampil brutal saat bertandang ke markas Qarabag pada leg playoff Liga Champions 2026, Kamis (19/02) dini hari. Tim asuhan Eddie Howe menunjukkan superioritas sejak awal hingga akhir laga, menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6–1.
Margin besar itu menjadi salah satu kemenangan paling dominan Newcastle di kompetisi Eropa sekaligus membawa mereka selangkah lebih dekat menuju fase gugur Liga Champions, pencapaian yang berpotensi jadi sejarah baru bagi klub.
Bintang mutlak pertandingan adalah Anthony Gordon. Winger Inggris itu mencetak empat gol, termasuk dua dari titik penalti, dan menjadi mimpi buruk pertahanan tuan rumah.
Tekanan konstan Newcastle memaksa bek Qarabag, Matheus Silva, melakukan handball yang berujung penalti pertama. Gordon menuntaskannya tanpa kesalahan.
Tak lama berselang, kesalahan fatal Kevin Medina langsung dihukum Gordon untuk melengkapi hat-trick cepat. Sebelum turun minum, pelanggaran terakhir penjaga gawang Kochalski terhadap Gordon menghasilkan penalti kedua. Meski sempat ada diskusi dengan kapten Kieran Trippier soal eksekutor, Gordon tetap maju dan mencetak gol keempatnya.
Memasuki babak kedua, intensitas Newcastle menurun. Tuan rumah memanfaatkan celah lewat gol dari sudut sempit yang dicetak Elvin Cafarguliyev.
Momentum sempat berpihak pada Qarabag setelah tembakan keras Joni Montiel memaksa kiper Nick Pope bekerja keras.
Namun harapan comeback sirna ketika pemain pengganti Jacob Murphy mencetak gol lewat tembakan jarak jauh yang berbelok arah dan memastikan kemenangan 6–1 bagi Newcastle.
Hasil ini menempatkan Newcastle di jalur kuat menuju fase gugur. Leg lanjutan playoff dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Februari 2026.
Delapan tim pemenang akan menyusul klub-klub yang sudah lebih dulu lolos dari fase klasemen, yakni Arsenal, Bayern Munich, Liverpool, Tottenham Hotspur, Barcelona, Chelsea, Sporting CP, dan Manchester City.
Dengan performa seganas ini, Newcastle bukan sekadar lolos, mereka mulai terlihat sebagai ancaman serius di Eropa. (rwt/red)



