Diduga Keracunan, Program MBG di PPU Berujung Insiden Kesehatan Siswa
Longtime.id – Sebanyak 25 siswa di Penajam Paser Utara (PPU) harus mendapat penanganan medis setelah mengalami mual dan muntah usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/02) kemarin. Insiden ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program tersebut.
Insiden bermula tak lama setelah makanan MBG dibagikan kepada siswa, termasuk di SDN 008 Waru. Beberapa anak dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah sekitar pukul 10.00 Wita. Total 25 siswa kemudian dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga PPU, Andi Singkerru, menyebutkan dugaan sementara mengarah pada menu tambahan berupa puding yang berasal dari pihak luar. Makanan tersebut diketahui tidak disimpan dalam lemari pendingin dan dilaporkan telah mengeluarkan aroma kurang sedap sebelum dikonsumsi. “Penggunaan makanan dari luar diperbolehkan selama memenuhi standar higienitas,” ujarnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan.
Menurut Jaya, penghentian dilakukan hingga hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan baku selesai diperiksa. Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan sumber pasti gangguan kesehatan para siswa.
“Aspek administratif dan standar keamanan pangan, termasuk kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), harus menjadi fokus pemeriksaan,” jelasnya.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pelaksanaan MBG agar pengawasan mutu dan distribusi pangan diperketat. Program pemenuhan gizi yang ditujukan meningkatkan kesehatan siswa diharapkan tidak menyisakan celah yang berpotensi membahayakan. (kontributor/red)



