Keunggulan Liverpool Sirna, City Mencuri Poin lewat Penalti dan Kontroversi
Longtime.id – Keunggulan Liverpool yang lahir dari momen magis tendangan bebas Dominik Szoboszlai tak cukup untuk mengamankan poin di Anfield. Manchester City bangkit di menit-menit akhir, mencetak dua gol—termasuk penalti di masa tambahan waktu—untuk membungkam publik tuan rumah. Laga panas itu ditutup dengan kartu merah, keputusan kontroversial, dan luapan kekecewaan Arne Slot yang menyoroti inkonsistensi wasit serta ironi performa timnya yang tak tercermin di papan klasemen.
Liverpool sejatinya tampil meyakinkan selepas jeda. Intensitas meningkat, tekanan diperketat, dan City dipaksa lebih banyak bertahan tanpa bola—sebuah kemajuan signifikan menurut Arne Slot jika dibandingkan performa timnya beberapa bulan terakhir. Dominasi itu berbuah gol pembuka lewat tendangan bebas Szoboszlai, namun kegagalan menambah keunggulan menjadi titik balik petaka.
City yang lebih efisien memanfaatkan momentum. Bernardo Silva menyamakan kedudukan sebelum Erling Haaland memastikan kemenangan lewat penalti di masa tambahan waktu. Situasi kian rumit bagi Liverpool setelah Szoboszlai diusir keluar lapangan akibat pelanggaran yang dinilai menggagalkan peluang emas mencetak gol, sementara gol Rayan Cherki dianulir.
Slot tak menutupi emosinya usai laga. Ia mengakui kekecewaan mendalam, bukan semata karena kekalahan, melainkan karena rentetan keputusan yang menurutnya kembali merugikan timnya. Meski menerima kartu merah Szoboszlai sebagai konsekuensi “buku aturan”, Slot mempertanyakan konsistensi penerapan hukum, terutama terkait insiden tarik-menarik terhadap Mohamed Salah yang tak berujung kartu merah atau penalti.
Menurut Slot, persoalan terbesar Liverpool saat ini bukan pada progres permainan, melainkan pada hasil akhir. Peningkatan kualitas, intensitas, dan mentalitas tim belum terkonversi menjadi poin—sebuah ironi yang terus menghantui perjalanan mereka di Liga Premier.
Ia menegaskan langkah berikutnya bagi Liverpool adalah berhenti bergantung pada keputusan wasit dan mematikan pertandingan lebih awal. Namun, Slot juga mengingatkan bahwa klasemen tetap menjadi cermin paling jujur, betapapun meyakinkannya performa di atas lapangan. (red/sr)



