Antisipasi Gejolak Harga Ramadhan, Polisi ‘Sisir’ Rantai Pangan Balikpapan
Longtime.id – Menjelang Ramadan, Balikpapan berada di bawah “kaca pembesar” aparat. Di balik klaim stok aman dan harga stabil, operasi Satgas SABER menunjukkan kekhawatiran klasik: lonjakan harga, permainan distributor, dan potensi pangan tak layak edar yang kerap muncul saat permintaan melonjak.
Sasaran pengecekan mencakup retail modern, gudang distributor, hingga pasar tradisional—rantai pasok yang kerap menjadi sumber gejolak harga saat Ramadan tiba. Operasi ini juga melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog Kanwil Kaltimtara, serta tiga dinas teknis Pemerintah Kota Balikpapan: Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.
Kasat Reskrim Polresta Balikpapan, AKP Zeska Julian, menegaskan bahwa fokus pengawasan bukan sekadar ketersediaan, melainkan potensi praktik curang. “Yang kami pantau adalah kemungkinan spekulasi harga, kualitas pangan yang menurun, serta produk berisiko yang bisa merugikan masyarakat,” katanya.
Hasil sementara menunjukkan kondisi relatif terkendali. Stok bahan pokok dilaporkan mencukupi, harga masih dalam batas wajar, dan tidak ditemukan pelanggaran signifikan. Namun, aparat mengingatkan bahwa situasi ini bisa berubah seiring meningkatnya permintaan mendekati Ramadan. Pengawasan akan diperketat, terutama terhadap distributor dan penimbunan barang.
Polresta Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang. “Kami minta partisipasi publik. Jika ada indikasi permainan harga atau pangan tidak layak edar, segera laporkan,” tutup AKP Zeska. (kontributor/sr)



