Longtime.id – Banjir yang melanda Dusun Singa Karta tak menyisakan ruang aman. Seluruh wilayah terdampak, tanpa kecuali. Di tengah kondisi itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) bergerak menyalurkan bantuan logistik sebagai respons awal atas bencana yang merendam 13 rukun tetangga (RT) di kawasan tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan di halaman Kantor Kecamatan Sangatta Utara. Hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito memastikan seluruh RT di Dusun Singa Karta telah masuk dalam pendataan penerima bantuan.
Kepala Dusun Singa Karta, Siti Rahma, menegaskan bahwa banjir kali ini bersifat menyeluruh. Tidak ada satu pun RT yang luput dari genangan air. “Semua RT terdampak, ada 13 RT. Alhamdulillah seluruhnya terdata dan mendapatkan bantuan dari Pemkab Kutim melalui kecamatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan dilakukan secara berjenjang. Data korban dihimpun oleh masing-masing RT, diteruskan ke pihak dusun, lalu diajukan ke kecamatan. Skema ini diterapkan untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau warga yang terdampak.
“Dari RT dikumpulkan, lalu kami ajukan ke kecamatan. Alhamdulillah semuanya terakomodir,” kata Siti Rahma.
Bantuan yang diterima tidak langsung dibagikan secara utuh. Paket logistik akan dipacking ulang oleh pengurus RT sesuai jumlah kepala keluarga (KK) terdampak di wilayah masing-masing, agar distribusi berlangsung merata dan tertib.
“Tugas RT nanti menyesuaikan pembagian sesuai daftar warga yang terdampak banjir,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi menyebutkan total bantuan yang tersedia saat ini mencapai 800 paket. Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial Kutim sebanyak 600 paket dan BPBD Kutim sebanyak 200 paket, untuk 1.682 KK terdampak.
“Bantuan dari organisasi atau perusahaan biasanya menyusul. Namun karena air sudah surut, kami belum bisa memastikan tambahan bantuan tersebut,” ungkap Hasdiah.
Ia mengapresiasi kecepatan respons Pemkab Kutim dalam merespons laporan banjir. Menurutnya, koordinasi lintas instansi berjalan efektif sejak usulan bantuan disampaikan. “Kami sampaikan kemarin sore, dan hari ini bantuan sudah terealisasi. Ini patut kami apresiasi,” ujarnya.
Di Dusun Singa Karta, air memang telah surut. Namun, proses pemulihan masih panjang. Bantuan logistik menjadi langkah awal—penopang sementara bagi warga untuk kembali berdiri, menata ulang kehidupan, dan menatap hari setelah banjir dengan harapan yang tetap dijaga. (rh/mam)



