1.682 KK di Sangatta Utara Menunggu Pemulihan Nyata
Longtime.id — Air boleh berangsur surut, tetapi beban warga belum sepenuhnya terangkat. Di tengah sisa lumpur dan rumah yang belum pulih, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai menyalurkan bantuan sembako bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (07/02) sore.
Pendataan pemerintah kecamatan mencatat sedikitnya 1.682 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. Bantuan tahap awal disalurkan di halaman Kantor Kecamatan Sangatta Utara sebagai bentuk respons darurat atas kebutuhan dasar warga.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim, pemerintah daerah menyalurkan 600 paket sembako. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim menambah 200 paket, sehingga total bantuan yang tersedia mencapai 800 paket.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito, yang mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, mengatakan bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban warga di fase awal pascabencana.
“Isi bantuan berupa beras, telur, mie instan, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Ini bagian dari respons cepat pemerintah agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Ernata.
Ia menegaskan, penyaluran tersebut bukan akhir dari penanganan. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi lintas perangkat daerah untuk menentukan langkah lanjutan sesuai perkembangan situasi.
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah keterbatasan jumlah bantuan dibandingkan total warga terdampak. Dari 1.682 KK yang terdata, terdapat tujuh keluarga dengan balita yang membutuhkan perhatian khusus.
“Kami menerima 600 paket dari Dinsos dan 200 paket dari BPBD. Insyaallah akan kami atur pembagiannya agar seluruh KK terdampak tetap mendapatkan bagian,” jelas Hasdiah.
Menurutnya, skema distribusi dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing keluarga. Meski belum sepenuhnya sebanding dengan jumlah warga terdampak, pemerintah kecamatan berupaya memastikan bantuan menjangkau seluruh korban banjir.
Di lapangan, paket sembako itu lebih dari sekadar bantuan pangan. Ia menjadi penanda kehadiran negara di saat warga masih berjuang memulihkan kehidupan. Namun, bagi banyak keluarga, bantuan darurat hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya terletak pada pemulihan pascabencana—mulai dari kesehatan, hunian, hingga aktivitas ekonomi.
Pemkab Kutim memastikan pemantauan pascabanjir akan terus dilakukan. Pemerintah berjanji menyiapkan langkah lanjutan agar denyut kehidupan warga Sangatta Utara dapat kembali normal, bukan hanya bertahan, tetapi bangkit dengan lebih kuat. (rh/mam)



