Bidik Porprov Kaltim 2026, KONI Kutim Bentuk Tim Verifikasi Atlet Sejak Dini
Longtime.id – Tak ingin prestasi runtuh oleh persoalan administratif, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur mengambil langkah awal jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026. Sebuah tim verifikasi khusus telah dibentuk untuk memastikan seluruh atlet yang dikirim benar-benar sah secara regulasi dan siap bersaing di arena pertandingan.
Tim ini bertugas menyaring dan memverifikasi seluruh data atlet yang akan masuk dalam kontingen Kutim, mulai dari legalitas kependudukan, kesesuaian domisili, hingga kecocokan nomor tanding sesuai regulasi Panitia Besar (PB) Porprov.
Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, menegaskan bahwa kesiapan administrasi merupakan fondasi utama prestasi. Tanpa dokumen yang bersih dan sah, capaian di lapangan berpotensi gugur di meja protes.
“Tim Verifikasi ini kami posisikan sebagai penjaga gawang. Semua data atlet dari setiap cabang olahraga harus betul-betul valid sebelum kami bicara target medali,” ujar belum lama ini.
Ia menambahkan, tim ini dibentuk untuk memastikan atlet yang dikirim merupakan putra-putri daerah atau telah memenuhi syarat domisili sesuai regulasi terbaru PB Porprov. Langkah ini juga menjadi antisipasi atas pengalaman sebelumnya, di mana persoalan administratif kerap muncul saat kompetisi sudah berjalan.
Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi Cabor KONI Kutim, Budiman Hading, menjelaskan bahwa tugas tim tidak berhenti pada pemeriksaan berkas semata. Tim juga diberi mandat melakukan analisis potensi prestasi setiap cabang olahraga.
“Kami tidak hanya memverifikasi legalitas, tapi juga memetakan kekuatan. Dari situ bisa diketahui cabang olahraga mana yang berpeluang menjadi lumbung medali emas bagi Kutim,” jelas Budiman.
Menurutnya, tahapan kerja tim meliputi validasi status kependudukan atlet, verifikasi nomor tanding, mitigasi risiko sengketa atau diskualifikasi, serta analisis performa untuk menentukan cabor unggulan.
Dengan persiapan yang lebih awal dan terstruktur, KONI Kutim berharap atlet dan pelatih dapat sepenuhnya fokus pada pembinaan dan performa, tanpa terganggu persoalan administrasi. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal keseriusan Kutai Timur untuk tampil kompetitif dan membidik posisi papan atas pada Porprov Kaltim 2026. (rh/mam)



