Debit Air Semakin Tinggi, Banjir Kepung Sangatta Selatan–Utara
Longtime.id – Curah hujan tinggi yang dibarengi pasang air laut kembali memicu banjir di wilayah Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. Sejumlah titik di Kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara terendam air setinggi 20 hingga 60 sentimeter, dengan debit sungai yang masih terpantau terus meningkat.
Akibat intensitas hujan yang tinggi disertai pasang air laut. Kondisi tersebut menyebabkan Sungai Sangatta meluap dan membanjiri permukiman warga serta akses jalan umum di sejumlah kawasan.
Berdasarkan hasil monitoring dan data Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kutai Timur, titik banjir tersebar di beberapa lokasi di Kecamatan Sangatta Selatan, di antaranya Gang Damai, Gang Ruto, Jalan Tanjung RT 19 Kelurahan Singa Gewe, Kampung Kajang, Kampung Baru RT 25, Kampung Tengah RT 16, Gang Loa Mali RT 02, serta Dusun Danau Raya RT 01. Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, sementara di Jalan Tanjung RT 19 air mencapai sekitar 60 sentimeter.
Selain itu, genangan juga terjadi di Gang Rama, Kecamatan Sangatta Utara, dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Di seluruh titik tersebut, air merendam rumah warga dan sebagian akses jalan, meski beberapa ruas masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun, sebagian permukiman warga yang berada di bantaran Sungai Sangatta terendam banjir, dan aktivitas masyarakat terganggu akibat genangan air di lingkungan tempat tinggal dan jalur transportasi.
Petugas terus melakukan pemantauan perkembangan situasi banjir. Debit air sungai diketahui belum menunjukkan tanda-tanda surut dan justru mengalami peningkatan secara perlahan.
Pihak terkait mengingatkan potensi ancaman banjir susulan apabila hujan lebat dan pasang laut kembali terjadi. Selain itu, masyarakat diimbau waspada terhadap risiko penyakit pascabanjir seperti diare dan penyakit kulit.
Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan banjir, ditambah terbatasnya akses di sejumlah titik yang menyulitkan mobilitas personel dan distribusi bantuan jika kondisi memburuk.
Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila debit air terus naik atau terjadi kondisi darurat. (rh/mam)



