Aksi Pramuka Samboja Sentuh Hati Warga Langgar
Tenggarong– Minggu pagi di Samboja terasa istimewa dan menghangatkan. Anggota Gerakan Pramuka di kecamatan itu turun kompak ke lapangan untuk melaksanakan aksi peduli yang berhasil menyentuh hati warga. Tanpa acara seremonial berlebihan, mereka langsung bekerja keras membersihkan, memperbaiki, dan mengecat sebuah langgar kecil yang selama ini menjadi pusat ibadah masyarakat setempat.
Aksi tersebut segera menarik perhatian penduduk sekitar. Mereka terkejut melihat puluhan anggota Pramuka tiba dengan membawa peralatan kebersihan dan cat, lalu dengan sigap membagi tugas tanpa banyak bicara. Suasana pagi mendadak riuh oleh semangat kolaborasi dan gotong royong.
Kabid Kepramukaan Dispora Kukar, Novan Solihin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh Pramuka Samboja. Menurutnya, kegiatan semacam ini adalah manifestasi sejati dari Gerakan Pramuka: selalu hadir untuk masyarakat.
“Pramuka Samboja benar-benar menunjukkan aksi peduli yang nyata,” ujar Novan. “Mereka bukan cuma latihan di tenda, tapi hadir bantu masyarakat langsung. Ini yang kita mau,” tegasnya.
Dalam aksi kali ini, beberapa kegiatan utama dilaksanakan, mulai dari bersih-bersih langgar dan halaman sekitarnya, hingga pengecatan ulang dinding yang terlihat kusam. Seluruh pekerjaan dilakukan secara gotong royong dan diliputi suasana penuh keceriaan.
Tidak hanya perbaikan fisik, Pramuka Samboja juga memberikan sumbangan berupa perlengkapan ibadah, yakni sound system dan toa baru. Fasilitas baru ini langsung diuji coba oleh takmir dan warga, dan kualitas suaranya dinilai jauh lebih jernih dibandingkan peralatan yang lama.
Di samping membantu fasilitas langgar, para anggota Pramuka juga membagikan 10 paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Paket tersebut berisi kebutuhan pokok sehari-hari yang sangat membantu bagi warga penerima.
Salah seorang takmir langgar mengaku sangat terharu dengan inisiatif yang dilakukan. Ia menyebut langgar tersebut jarang mendapatkan perhatian, sehingga kedatangan Pramuka pagi itu terasa seperti sebuah anugerah besar.
“Anak-anak Pramuka datang pagi-pagi, kerja sampai siang, tanpa pamrih, langgar jadi kinclong, kami bisa ibadah lebih nyaman,” tambahnya.
Warga lainnya memberikan respons serupa. Menurut mereka, kehadiran Pramuka selalu membawa energi yang positif, terutama ketika generasi muda terlibat langsung dalam kegiatan sosial.
Novan menyatakan bahwa aksi kepedulian seperti ini akan terus didorong pelaksanaannya di semua kecamatan. Ia menilai kegiatan sosial harus menjadi identitas utama Pramuka modern, bukan hanya sekadar agenda latihan rutin.
“Pramuka harus punya aksi peduli rutin, bukan cuma simbol atau seragam, tapi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Menurut Novan, kegiatan ini juga memberikan pelajaran berharga bagi para anggota muda. Mereka belajar tentang kerja sama, tanggung jawab, empati, dan memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung.
Ia berharap aksi sederhana ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak gugus depan Pramuka di Kukar untuk menyelenggarakan kegiatan serupa, terutama karena dampak positifnya terasa langsung dan sangat dihargai oleh warga.
Dengan kondisi langgar yang kini terlihat lebih bersih dan tertata rapi, warga setempat mengaku merasa lebih nyaman dalam beribadah. Suasana yang baru ini membuat mereka merasa lebih diperhatikan.
Aksi kepedulian oleh Pramuka Samboja kembali membuktikan bahwa Gerakan Pramuka adalah gerakan sosial yang membawa manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya sebatas baris-berbaris atau kegiatan perkemahan.



