Musyawarah Ranting III IBI Sepaso Tegaskan Peran Strategis Bidan dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Longtime.id – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ranting Sepaso menggelar Musyawarah Ranting ke-III di Kantor Desa Sepaso Barat, Sabtu (23/11/2025), sebagai ajang evaluasi dan regenerasi kepengurusan sekaligus memperkuat kontribusi bidan terhadap kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Pengurus Cabang IBI Kutim, Bidan Yuliana Kala’lembang. Ia menegaskan bahwa musyawarah ini lebih dari sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk menghimpun gagasan baru, menyemai semangat kolektif, dan memperkuat peran bidan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain Yuliana, hadir pula Kepala Puskesmas Sepaso, perwakilan Tim Penggerak PKK Kecamatan, pengurus IBI tingkat kabupaten, jajaran pengurus ranting, serta seluruh anggota IBI Ranting Sepaso.
Rangkaian musyawarah terdiri atas enam agenda utama, dimulai dari laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya yang disampaikan dalam sidang pleno. Laporan tersebut menjadi bahan refleksi atas capaian dan kendala yang dihadapi selama masa bakti.
Selanjutnya, forum melanjutkan dengan pemilihan pengurus baru melalui tim formatur. Regenerasi kepengurusan diselesaikan dengan pelantikan yang dilakukan langsung oleh Ketua PC IBI Kutim, menandai berjalannya tongkat estafet kepemimpinan baru.
Dalam penutupan, Yuliana menyampaikan harapan besar agar pengurus baru mampu menggerakkan roda organisasi dengan efektif demi manfaat masyarakat. Ia menyoroti pentingnya peningkatan status kesehatan, khususnya bagi ibu dan bayi di wilayah Ranting Sepaso, termasuk upaya penurunan angka stunting dan peningkatan cakupan KB MKJP.
Lebih jauh, IBI Ranting Sepaso juga menyampaikan pesan kepada pemerintah desa dan kecamatan agar keberadaan bidan dapat diayomi dan diberdayakan secara optimal. Sinergi lintas organisasi dan sektor serta jaringan pelayanan dianggap krusial untuk menjamin pelayanan kesehatan yang menyeluruh.
“Semangat terus dijaga agar IBI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan, terutama di sektor kesehatan,” ujarnya mengakhiri sambutan.
Musyawarah ini menjadi bukti bahwa profesi bidan tidak hanya berperan sebagai pelayan kesehatan, tetapi juga sebagai penjaga awal kehidupan dan penggerak pembangunan peradaban. Meski kepemimpinan berganti, tantangan kemanusiaan tetap mengharuskan dedikasi dan ketulusan yang konsisten. (adv/diskominfokutim/lt)



