PKK Kutim Gelar Seminar Pengasuhan, Tekankan Kolaborasi Ayah–Ibu untuk Perkuat Ketahanan Keluarga

Longtime.id – Memperingati Hari Ayah dan Hari Ibu, Tim Penggerak PKK Kutai Timur mengadakan Seminar Keluarga selama dua hari di Ruang Akasia GSG Bukit Pelangi, menghadirkan pakar pengasuhan untuk memperkuat sinergi ayah dan ibu dalam menciptakan keluarga yang lebih tangguh.
Acara ini dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Ketua TP PKK Kutim Siti Robiah, para Kepala Perangkat Daerah, serta jajaran Dharma Wanita. PKK juga menghadirkan pakar pengasuhan dari Wonderful Family Institute Yogyakarta, yaitu Cahyadi Taksriawan dan Ida Nur Laila, sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Siti Robiah menyoroti meningkatnya kasus kekerasan, perceraian, hingga isu pengasuhan yang timpang (fatherless) di Kutim. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan peran ayah dan ibu dalam mendidik anak.
“Isu fatherless atau pengasuhan yang hanya diserahkan kepada ibu harus kita kelola. Padahal peran ayah sangat penting melalui sapaan, pelukan, dan kehadirannya,” ungkapnya.
Ia juga mendorong para Kepala Perangkat Daerah untuk hadir sebagai representasi figur ayah yang memiliki peran besar dalam keluarga dan lingkungan kerja. “Seorang ayah bukan hanya peduli kepada anak, tetapi juga kepada ibu dari anak-anaknya,” tambahnya.
Momen haru tercipta saat Bupati Ardiansyah mengawali sesi sambutan dengan menyanyikan lagu “Ayah” dan “Hanya Rindu”. Aksi spontan tersebut disambut tepuk tangan hangat seluruh peserta.
Dalam pidatonya, Bupati menyampaikan keprihatinan atas tingginya angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak, perundungan, perselingkuhan, hingga pelecehan seksual yang ditemukan hampir di semua kecamatan.
“Kasus-kasus itu ada di sekitar kita, di hampir seluruh wilayah,” tegasnya.
Menurut Bupati, banyak persoalan ini berakar dari tekanan ekonomi dan kurangnya komunikasi yang sehat dalam keluarga. Ia mengajak masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan kejadian serupa agar dapat ditangani dengan tepat.
Ardiansyah juga menekankan bahwa kualitas pengasuhan sangat ditentukan oleh kehadiran kedua orang tua. Ia mendorong agar kegiatan penguatan keluarga seperti seminar ini diikuti bersama oleh pasangan suami-istri.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, PKK Kutim dan Pemkab menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan generasi Kutai Timur yang kuat, berkarakter, dan terlindungi. (adv/diskominfokutim/lt)



