Kutim Luncurkan RAD SITISEK 2025 untuk Tekan Angka Anak Tidak Sekolah Tertinggi di Kaltim

Longtime.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Disdikbud meresmikan Rencana Aksi Daerah Strategi Anti Anak Tidak Sekolah (SITISEK) 2025, sebagai langkah percepatan penanganan 13.411 anak yang tercatat tidak bersekolah dan menjadikan Kutim sebagai daerah dengan ATS tertinggi di Kalimantan Timur.
Pemkab Kutai Timur resmi meluncurkan RAD SITISEK 2025 di Cafe Maloy Hotel Royal Victoria, Jumat (21/11/2025), sebagai bentuk komitmen menjamin hak pendidikan seluruh anak. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan 13 tahun di Kutim telah digratiskan, termasuk seragam dan buku, serta menekankan adanya sanksi bagi orang tua yang lalai menyekolahkan anak.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, memaparkan bahwa data Pusdatin Maret 2025 mencatat 13.411 anak berstatus ATS, terdiri dari 9.945 belum pernah sekolah, 1.996 putus sekolah, dan 1.470 tidak melanjutkan. Berbagai faktor menjadi penyebab, mulai kemiskinan, jarak sekolah, hingga pernikahan dini dan pekerja anak.
Melalui SITISEK, Pemkab mengusung strategi pendataan BNBA, pembentukan tim penanganan ATS, penyediaan sekolah terbuka dan kelas jauh, bantuan transportasi serta seragam, hingga pelibatan CSR untuk mendukung fasilitas ramah anak. Program ini menargetkan penurunan ATS hingga 50 persen dalam tiga tahun.
Dalam implementasi awal, 2.872 anak telah kembali bersekolah, sementara 4.982 data masih diverifikasi. Pemkab berharap RAD SITISEK menjadi momentum percepatan pengentasan ATS di seluruh wilayah Kutim. (adv/diskominfokutim/lt)



