Taekwondo Kutim Torehkan 6 Medali di POPDA XVII 2025, Dominasi Kelas Kyourugi meski Tanpa Emas

Longtime.id – Tim Taekwondo Kutai Timur menunjukkan mental kuat dan daya juang tinggi pada POPDA XVII Kalimantan Timur 2025. Bertanding selama tiga hari di Gedung Serbaguna Polres Penajam Paser Utara, para atlet muda Kutim berhasil membawa pulang 6 medali—4 perak dan 2 perunggu—meski harus menghadapi persaingan ketat dari kontingen daerah lain.
Persembahan medali datang dari arena Taekwondo pada ajang POPDA XVII Kaltim 2025. Delapan atlet yang diturunkan Kabupaten Kutai Timur hampir seluruhnya mampu meraih podium dalam pertandingan yang berlangsung pada 18–20 November 2025 di PPU. Capaian ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pembinaan atlet Taekwondo Kutim terus menunjukkan perkembangan positif.

Seluruh medali diraih melalui kategori Kyorugi—nomor tanding yang menerapkan sistem Best of Three, di mana kemenangan ditentukan dalam tiga ronde berdurasi dua menit. Persaingan berlangsung ketat, namun para atlet Kutim berhasil menembus babak-babak krusial dan menambah pundi poin kontingen.
Empat medali perak disumbangkan melalui penampilan impresif Fahri Syafurallah (U-45 Putra), Bima Putra (U-48 Putra), Lovela Brigie Farera (U-52 Putri), dan Erina Ponita Abidah (U-55 Putri). Dua medali perunggu datang dari kelas berat U-73 dan U-78, melengkapi total enam medali yang berhasil dibawa pulang.
Pelatih Taekwondo Kutim, Muhammad Amien, mengaku bangga sekaligus menyimpan sedikit kekecewaan karena target emas belum tercapai. Ia memaparkan bahwa para atlet telah menjalani persiapan intensif selama tiga bulan menuju POPDA.
“Saya meminta maaf karena belum bisa memberikan emas bagi Kutim. Tapi anak-anak sudah berjuang maksimal. POPDA ini jadi ajang penting untuk menambah jam terbang dan membentuk mental atlet masa depan,” ujarnya.
Amien juga mengungkapkan bahwa absennya beberapa atlet andalan kelas XII karena harus mengikuti Tes Kompetensi Akademik cukup memengaruhi komposisi tim. Meski demikian, ia menilai para atlet yang bertanding tetap menunjukkan performa terbaik.
Para atlet pun merasakan hal serupa. Lovela Brigie Farera, peraih perak U-52 Putri, menyampaikan bahwa hasil ini masih jauh dari target pribadinya. Namun, ia menjadikannya sebagai motivasi untuk mengejar prestasi lebih tinggi.
“Saya menargetkan emas, tapi harus puas dengan perak. Ini jadi bahan evaluasi. Sepulang dari POPDA, saya akan latihan lebih keras untuk mengejar hasil terbaik di event berikutnya,” tegasnya. (adv/diskominfokutim/lt)



