Dispora Kukar Tetap Gaspol Program Olahraga Masyarakat Meski Anggaran Ketat di Tenggarong
TENGGARONG – Meski rasionalisasi anggaran nasional bikin napas pendek, semangat olahraga masyarakat di Kutai Kartanegara (Kukar) tak pudar sedikit pun! Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, melalui Bidang Pembudayaan Olahraga, tetap komitmen jaga api pembinaan dan pelestarian olahraga tradisional tetap menyala terang. Beberapa agenda disesuaikan, tapi satu momen puncak akhir tahun ini siap meledak: Off-Road 4×4 di Samboja sebagai penutup Festival Olahraga Masyarakat, dijadwalkan 9 November 2025.
Aji Muhammad Ari Junaidi, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, dengan nada optimis ceritakan bagaimana timnya adaptasi cerdas di tengah keterbatasan. Ia tekankan, meski beberapa program tertunda, semangat tak luntur—malah lebih kuat lewat kolaborasi dan inovasi lokal.
“Off-Road 4×4 Samboja jadi grand finale Festival Olahraga Masyarakat tahun ini—event adrenalin tinggi yang libatkan komunitas off-road lokal dan wisatawan, dorong ekonomi kreatif sekaligus jaga gaya hidup aktif,” ujar Ari saat ditemui pada Rabu, 5 November 2025. Oleh karena itu, kegiatan ini selaras sukses Bejaguran Juni lalu di Taman Tanjong, yang jadi ikon olahraga tantangan Kukar—tahun ini, Off-Road 4×4 bakal tambah elemen budaya, seperti parade Dayak di trek Samboja, tarik ratusan peserta dari Kaltim.
Tak berhenti di off-road, Dispora tetap jaga roda program lain: Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) berlanjut bina atlet muda, sementara olahraga tradisional seperti gasing dan enggrang tetap hidup lewat fasilitasi masyarakat. Contoh nyata? Dukungan penuh untuk festival olahraga tradisional di Sungai Bawang, inisiatif Persekutuan Dayak Kenyah dan Dayak Galtim yang hadir Bupati Kukar—lomba menyumpit, begasing, dan belogo jadi pesta budaya yang meriah, lengkap hadiah dan piala dari Dispora.
“Anggaran terbatas, tapi kami tak diam—fasilitasi inisiatif masyarakat seperti Sungai Bawang, beri hadiah minimal supaya semangat terjaga. Bidang kami paling kena dampak rasionalisasi, tapi inovasi dan kolaborasi jadi senjata utama,” tambah Ari. Dengan begitu, Program Olahraga Masyarakat tetap merata, dari modern seperti PPLPD hingga tradisional yang kaya nilai—selaras kalender event 2025 yang unggulkan festival seperti Erau dan Kukar Kaya, meski disesuaikan skala.
Ari optimis, meski tantangan anggaran, Dispora tak akan pudar dorong sportivitas dan persatuan. “Baik off-road modern atau belogo tradisional, semua punya tempat di hati masyarakat Kukar—kami inovasi terus, kolaborasi lebih erat, supaya olahraga jadi gaya hidup sehat dan kuat!” pungkasnya.



