Kwartir Ranting Pramuka Kukar Dorong Inovasi Lokal Lewat Jambore Ranting 2025 di Tenggarong
TENGGARONG – Bayangkan Pramuka di pinggiran Mahakam yang tak lagi sekadar upacara Bendera, tapi jadi pusat ide segar seperti lomba kreativitas penggalang atau pelatihan siaga darurat—itulah transformasi yang kini digerakkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar)! Gerakan Pramuka di Kukar tampil lebih dinamis dan adaptif, dengan Kwartir Ranting di setiap kecamatan jadi motor inovasi pemberdayaan pemuda. Dukungan Dispora bikin mereka tak cuma pelaksana, tapi pencipta program yang pas dengan potensi lokal, dari hulu hingga ilir.
Nopan Solihin, Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, dengan antusias tekankan peran krusial Kwartir Ranting sebagai “tangan panjang” Kwartir Cabang (Kwarcab) di akar rumput. Ia jelaskan, mereka paham betul kondisi wilayah—sehingga sesuaikan kegiatan dengan karakter peserta, seperti Jambore Ranting 2025 di Tenggarong yang dukung Disdikbud, libatkan ratusan anggota SMP dari Desa Bensamar untuk asah keterampilan teknis dan solidaritas.
“Kwartir Ranting bukan sekadar eksekutor—mereka penggerak utama yang ciptakan inovasi sesuai kebutuhan lokal. Ruang geraknya luas, bikin Pramuka Kukar makin relevan dan inklusif,” ujar Nopan saat tinjau kegiatan. Oleh karena itu, keaktifan mereka jaga semangat Gerakan Pramuka, seperti Pesta Siaga dan Hari Pramuka yang ubah seremoni jadi ajang kebersamaan plus pelatihan karakter—mirip Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan di Loa Janan Mei lalu, yang bina 35 pembina dari berbagai ranting.
Lebih lanjut, Nopan sorot pelatihan praktis seperti Fire and Rescue serta Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) yang rutin digelar, dapat sambutan meriah. “Fire and Rescue latih disiplin, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan darurat—sempurna untuk pemuda Kukar yang dekat alam,” tambahnya. Ini selaras Hari Pramuka ke-64 Agustus 2025, di mana Ketua Kwarcab Edi Damansyah ajak Pramuka perkuat ketahanan bangsa via swasembada pangan, kolaborasi HKTI dan FAO—dengan Kwartir Ranting sebagai pelopor di lapangan.
Tak berhenti di situ, Dispora rencanakan sinergi lebih kuat: Kwartir Ranting kolaborasi sekolah, lembaga masyarakat, dan komunitas lokal untuk Pramuka inklusif. Seperti Loa Janan yang raih predikat Kecamatan Tergiat Pramuka 2025 berkat lomba Hari Baden Powell, atau Pramuka Peduli yang gelar gotong royong dan respon bencana—semua bukti kontribusi nyata.
“Dengan Kwartir Ranting sebagai jantung, Pramuka Kukar tak dikenal cuma seragam—tapi dampak sosialnya. Ke depan, inovasi ini harus menular ke seluruh ranting,” pungkas Nopan, sejalan Rakernas Kwarnas 2025 yang tekankan Pramuka adaptif untuk Indonesia Emas 2045.



