Dispora Kukar Gelorakan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri untuk Kopi & Ekonomi Kreatif di Tenggarong
TENGGARONG – Bayangkan pemuda Kukar yang dulu cuma ngopi di warung kini jadi barista andal dengan mesin espresso sendiri, atau roaster kopi lokal yang jualan hingga luar daerah—semua berkat “klinik” khusus yang ubah hobi jadi bisnis! Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) all-out wujudkan Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM) sebagai pusat pembinaan dan pendampingan bagi usaha muda, khususnya di sektor kopi yang lagi mekar pesat. Bukan cuma pelatihan, tapi kolaborasi jangka panjang yang bikin pemuda tak jalan sendirian.
Derry Wardana, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, dengan semangat tinggi ceritakan bagaimana Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri jadi jembatan emas antar-pelaku usaha. Ia tekankan, program ini identifikasi kebutuhan dulu—baru kasih solusi tepat, seperti alat roasting untuk kopi robusta Kukar atau mesin espresso buat café kecil.
“Kami tak ingin pemuda, terutama di industri kopi, berjuang solo. Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri jadi tempat diskusi, belajar, dan kembangkan jaringan—dengan pendampingan berkelanjutan,” ujar Derry. Oleh karena itu, setiap peserta dibekali rencana bisnis matang, dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan lokal—semua berbasis potensi daerah.
Lebih lanjut, Derry sorot pendekatan personal: “Kami ngobrol langsung pahami kebutuhan—bukan kasih bantuan asal. Misal, roaster kopi butuh alat skala menengah, kami fasilitasi sesuai kapasitas,” tambahnya. Dengan demikian, Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri tak berhenti di workshop—ada monitoring dua tahun penuh, ukur progres, pastikan usaha berkelanjutan dan saingi pasar nasional.
Dispora yakin, sektor ekonomi kreatif seperti kopi lokal—dari biji Muara Kaman hingga Tenggarong—bisa jadi mesin penggerak ekonomi Kukar. “Setelah lulus Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri, mereka siap mandiri, bersaing, dan ciptakan lapangan kerja—bukan cuma teori, tapi hasil nyata!” tegas Derry.



