Dispora Kukar Hidupkan Semangat Olahraga dari Desa hingga Kota Lewat Tradisi, Rekreasi, & Ekstrem di Tenggarong
TENGGARONG – Pernahkah Anda melihat kakek-nenek di desa hulu tertawa riang main behempas bantal, sementara anak muda di kota adu nyali panjat tebing Mahakam? Itulah potret Semangat Olahraga dari Desa hingga Kota yang kini digelorakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar)! Bukan lagi cuma soal medali, tapi gaya hidup inklusif yang satukan semua umur, dari pelosok hingga pusat kota—tradisional, rekreasi, hingga ekstrem, semua punya tempat.
Aji Muhammad Ari Junaidi, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, dengan penuh semangat tekankan bahwa olahraga adalah kebersamaan, bukan kompetisi semata. Ia jelaskan, budaya olahraga harus menyentuh semua kalangan, tanpa syarat jadi atlet pro.
“Kami bangun ekosistem inklusif—siapa pun bisa gerak sesuai minat. Semangat Olahraga dari Desa hingga Kota harus hidup di mana-mana, dari lapangan kayu hulu sampai stadion kota!” serunya.
Tradisional: Identitas Lokal yang Hidup
Dispora tak rela warisan leluhur pudar. Mereka hidupkan kembali asen naga, behempas bantal, belogo, nyumpit, dan enggrang—bukan cuma permainan, tapi penyimpan nilai budaya dan gotong royong. “Ini identitas kita! Kalau bukan warga Kukar yang lestarikan, siapa lagi?” tanya Ari. Bayangkan festival desa penuh tawa, anak-anak enggrang sambil belajar sejarah Kutai—itu Semangat Olahraga dari Desa hingga Kota yang sesungguhnya.
Rekreasi: Sehat, Bahagia, Bersama
Untuk semua umur, Dispora gelar senam bersama, jalan santai, hingga memancing bareng secara rutin. Tujuannya? Pererat ikatan sosial, jaga kebugaran, dan bikin warga bahagia. “Tak perlu alat mahal—cukup niat dan teman, tubuh sehat, hati senang,” tambah Ari.
Ekstrem & Sport Tourism: Tantang Batas, Cintai Alam
Bagi jiwa petualang, Kukar surga: trail, off-road, panjat tebing, hingga menyelam di perairan jernih. Dispora kembangkan jadi sport tourism—dari gua Tabang hingga pantai Samboja, setiap wilayah punya DNA unik. “Alam Kukar epik! Semangat Olahraga dari Desa hingga Kota bisa jadi magnet wisata, sekaligus tanamkan cinta lingkungan,” jelasnya.
Pembinaan: Bibit Atlet dari Akar
Tak lupa regenerasi: Dispora bina usia sekolah lewat kolaborasi KONI (prestasi) dan KORMI (tradisional-rekreasi). Talenta desa langsung didata, dibina berjenjang—lahirlah atlet nasional dari kampung.
“Tujuan akhir: olahraga jadi DNA Kukar—sehat, kompak, penuh semangat, dari desa hingga kota!” tutup Ari Junaidi.



