DPRD Kaltim Desak Penambahan Rombel dan Pembangunan Sekolah Baru Hadapi SPMB 2025

Longtime.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Darlis Pattalongi, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk segera menambah jumlah rombongan belajar (rombel) dan membangun sekolah baru jenjang SMA/SMK. Permintaan ini disampaikan dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Rapat tersebut membahas ketimpangan antara jumlah lulusan SMP dan kapasitas sekolah negeri dalam penerimaan murid baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.
Menurut Darlis, banyak sekolah negeri kini menampung siswa melebihi kapasitas ideal, yakni 36 siswa per rombel.
“Banyak rombel bisa mencapai 50 siswa kalau dipaksakan masuk semua ke negeri. Ini tidak sehat untuk kualitas pendidikan,” terangnya.
Meski Pemprov Kaltim menargetkan daya tampung 30.000 siswa tahun ini. Namun, angka tersebut dinilai masih kurang, terutama di kota besar seperti Samarinda yang setiap tahun mengalami kelebihan permintaan bangku sekolah negeri.
“Permintaan masyarakat untuk masuk sekolah negeri tinggi karena kualitas dan biaya yang relatif terjangkau. Tapi kalau kapasitasnya tidak ditambah, tekanan ini hanya akan terus berulang,” jelasnya.
Ia menambahkan, masyarakat cenderung memilih sekolah negeri karena kualitas pendidikan dan biaya yang lebih terjangkau.
Selain itu, Darlis menyoroti kondisi di wilayah pedalaman, di mana jumlah lulusan SMP sangat minim dan tidak mencukupi syarat pembentukan satu rombel penuh. Meski demikian, akses pendidikan tetap harus dijamin.
“Pemerintah bisa mengambil kebijakan internal seperti pembelajaran jarak dekat tanpa harus membuka sekolah filial secara formal,” tambahnya.
Ia juga menyoroti mahalnya biaya transportasi ke sekolah di kota kecamatan, yang sering kali melebihi biaya hidup harian siswa.
Terkait sistem seleksi SPMB, Darlis menyatakan empat jalur penerimaan zonasi, prestasi, afirmasi, dan mutasi lebih adil dibanding sistem zonasi murni. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap manipulasi domisili.
“Dengan jalur afirmasi dan prestasi, tidak perlu lagi ada akal-akalan pindah KK,” katanya.
Penambahan rombel dan pembangunan sekolah, menurut Darlis, harus dibarengi peningkatan kualitas pendidikan.
“Kalau kualitas sekolah negeri meningkat, otomatis output lulusannya juga akan meningkat,” tutupnya. (Adv/Sb/DPRDKaltim)



