KUTAI TIMUR

Tiga Desa Pesisir Kutim Ditarget Terlayani PLN pada 2027

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama PLN menyiapkan skema perluasan jaringan listrik untuk tiga desa yang hingga kini belum mendapat layanan secara optimal. Desa Pulau Miang di Kecamatan Sangkulirang serta Desa Tanjung Mangkalihat dan Sandaran di Kecamatan Sandaran ditargetkan masuk program elektrifikasi pada 2027.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan pemerintah daerah tengah membahas opsi teknis bersama PLN untuk menentukan pola layanan yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Untuk Pulau Miang, salah satu opsi yang dibahas adalah penerapan listrik PLN secara komunal. Skema tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan layanan PLN sekaligus memiliki ruang untuk menambah daya sesuai kebutuhan.

“Dengan adanya PLN komunal nanti, maka di sana bisa tambah daya untuk masyarakat,” kata Mahyunadi seusai membuka Pelatihan Pembuatan Aplikasi dan Website serta Digitalisasi Atlet di Kantor KONI Kutim, Senin (21/9/2026).

Namun, penerapan skema tersebut masih perlu mendapat persetujuan masyarakat. Sebab, layanan PLN akan mengikuti tarif dan mekanisme pembayaran yang berlaku. “Karena selama ini kan sambungan free dan bayar flat untuk rumah-rumah yang ada di sana. Kalau operatornya PLN, konsekuensinya harus mengikuti tarif yang ada pada PLN,” ujarnya.

Sementara untuk Tanjung Mangkalihat dan Sandaran, salah satu opsi yang dibahas adalah membangun sambungan jaringan dari Teluk Sumbang, Kabupaten Berau. Wilayah tersebut dipertimbangkan karena telah memiliki jaringan PLN dan secara geografis menjadi salah satu titik terdekat.

“Tarik kabel dari Teluk Sumbang, dari Berau. Karena Teluk Sumbang sudah ada listriknya, jadi terdekat ke situ,” kata Mahyunadi.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut audiensi PLN UP3 Bontang dan UP2K Kaltim bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Ruang Kerja Bupati, Jumat (18/9/2026). Dalam pertemuan itu dibahas perkembangan program listrik desa yang mencakup sekitar 40 lokasi di Kutim.

Tiga desa tersebut menjadi bagian dari wilayah yang direncanakan masuk realisasi program pada 2027. Pemkab Kutim menyatakan siap membantu penyelesaian kendala yang dapat menghambat perluasan layanan. “Pemkab akan membantu sebisa mungkin. Harapannya seluruh wilayah Kutim bisa teraliri listrik,” ujar Ardiansyah.

Setelah opsi teknis dibahas, pemerintah daerah dan PLN akan menentukan skema yang paling memungkinkan berdasarkan kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta kesiapan jaringan.

Perluasan layanan listrik tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat di wilayah pesisir Kutim.

(sr/ya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
@media print { .stream-item-above-post } }