ADVERTORIALBERITAKUTAI TIMUR

Upacara Meriah Penurunan Bendera Merah Putih Peringati HUT ke-78 RI di Kutim

Lomgtime.id – Semangat kemerdekaan merayap memikat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-78. Upacara penurunan bendera merah putih, yang menjadi simbol keberanian dan pengorbanan para pahlawan, mengalir lancar dan sukses. Di balik dedikasi dan semangat yang berkobar, Lapangan Kantor Bupati Kutim menjadi saksi pada Kamis (17/8/2023) sekitar pukul 17.00 Wita, dengan Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic sebagai pemimpin upacara (Irup).  

Pergelaran upacara dihadiri oleh para tokoh penting Kutim, termasuk Bupati Ardiansyah Sulaiman, Wabup Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Joni, dan Seskab Kutim Rizali Hadi. Momen bersejarah ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Dandim 0909/KTM Letkol Inf Adi Swastika, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Shodikin, Kajari Kutim Romlan Robin, Ketua Pengadilan Agama Sangatta Rofik Samsul Hidayat, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.  

Berbagai elemen penting turut memainkan peran dalam peringatan ini. Bertindak sebagai komandan upacara penurunan Bendera Merah Putih adalah Kapten Infantri Mardan, seorang lulusan Scapa tahun 2013 yang telah mengabdi dalam jabatan Danramil 0909-04 Muara Ancalong.  

Perwira upacara AKP Slamet Riyadi, yang lahir di Klaten pada 20 Desember 1971, memegang tanggung jawab sebagai Kasubag Bin Ops Polres Kutim, memastikan kelancaran jalannya acara. Sementara itu, Letda Laut (Elektronika) Nuri Nur Cahyono, lahir di Banyuwangi pada 3 Maret 1990, menjalankan peran sebagai Komandan Kompi Paskibra.  

Dalam susunan kepemimpinan yang kuat, Melkyas Pranata Dimbalangi, yang lahir di Bontang pada 24 Mei 2006 dari SMA Negeri 1 Sangatta Utara, menjabat sebagai Komandan Pleton Paskibraka. Pembawa bendera, Juniar Gracewita Dwi Subagya, lahir di Banjarmasin pada 5 Juni 2006, dan berasal dari Sekolah SMA Negeri 1 Sangatta Utara.  

Dalam keheningan haru, pasukan 3 pengibar Bendera Merah Putih memasuki panggung. Pertama, Herlandi lahir di Muara Bengkal pada tanggal 30 Mei 2025 dan berasal dari SMA Negeri 1 Muara Bengkal. Kedua, Prancsius lahir di Bah Birong pada 29 Agustus 2006, dan merupakan siswa dari SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Serta yang ketiga, Hagai Cahyo Rasino lahir di Kutim pada tanggal 31 Januari 2007, dan merupakan siswa dari SMA Negeri 2 Sangatta Utara.  

Sebagai putra dan putri terbaik Kabupaten Kutim, pasukan penurunan bendera pusaka telah melalui bimbingan Dinas Pemuda dan Olahraga, TNI-Polri Kabupaten Kutim, serta Purna Paskibra Indonesia Kabupaten Kutim, menjadikan momen ini sebagai bagian dari warisan perjuangan yang abadi.  

Ketika Kapolres Kutim AKBP Ronni Bonic memasuki panggung, kesemangatan menggelora. Komandan upacara Kapten Infantri Mardan memberikan laporan, dan Tim Paskibraka memasuki lokasi dengan langkah tegap. Detik penurunan Bendera Merah Putih tak hanya mengingatkan akan perjuangan pahlawan, tetapi juga menggugah semangat kebangsaan.  

Saat komandan upacara Kapten Infantri Mardan menyatakan bahwa upacara telah selesai, rasa haru dan bangga menyelimuti. Para tokoh penting, termasuk Bupati Ardiansyah Sulaiman, ikut serta dalam penutup upacara. Dengan tema “Terus Melaju untuk Indonesia Maju,” peringatan HUT ke-78 RI di Kutim telah memberikan inspirasi baru dan semangat yang tak tergoyahkan untuk terus maju. (Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button