Budaya Kubar Lawan Arus Modernisasi Lewat Festival Sempekat
SENDAWAR – Di tengah arus modernisasi yang terus menggerus nilai-nilai tradisional, Kutai Barat memilih melawan dengan cara berbeda: menggelar festival budaya. Festival Sempekat Harmoni Budaya Kubar yang ditutup di Taman Budaya Sendawar, Sabtu (6/6/2026), menjadi pernyataan tegas bahwa warisan leluhur di Tanaa Purai Ngeriman tidak akan kalah oleh zaman.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan keberagaman suku dan budaya yang hidup berdampingan di Tanaa Purai Ngeriman adalah kekuatan yang harus terus dijaga. Generasi muda, khususnya, ia minta tidak membiarkan identitas budaya daerah tergerus perkembangan zaman.

“Melalui festival ini, kita mengirimkan pesan kuat kepada luar daerah bahwa Kutai Barat adalah daerah yang kaya akan budaya, ramah bagi pariwisata, dan memiliki masyarakat yang hidup berdampingan dengan damai,” ujar Frederick.
Sepanjang festival, masyarakat disuguhkan pertunjukan seni dan budaya yang memadukan warisan leluhur dengan kreativitas generasi muda—harmoni yang dinilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.
Frederick menyebut festival ini bukan sekadar agenda hiburan tahunan, melainkan cerminan semangat gotong royong dan persatuan dalam keberagaman yang selama ini menjadi karakter khas masyarakat Kubar—dan harus terus dirawat jauh setelah panggung festival usai.
Sebagai bentuk apresiasi kepada pihak yang konsisten menjaga tradisi, Bupati menyerahkan sertifikat penghargaan kepada empat sanggar seni: Seroyoq, Sempekat Bangkit, Sempekat Peluant, dan Swalas Gunaq.
Frederick turut mengapresiasi Dinas Pariwisata yang sukses menyelenggarakan festival dan mendorong agar keberhasilan ini menjadi pijakan untuk menghadirkan kegiatan budaya yang lebih besar dan inovatif ke depannya.
Plt Kepala Dispar Kubar Sumardi menjelaskan festival ini menjadi wadah pelestarian, pengembangan, dan promosi kekayaan budaya daerah sekaligus memperkuat semangat sempekat—persatuan dalam keberagaman—yang menjadi nilai hidup masyarakat Kubar.
“Partisipasi seluruh pihak menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi perekat persatuan dan identitas masyarakat Kubar,” katanya.
Penutupan festival dihadiri Ketua DPRD Kubar Ridwai, Pj Sekkab Kamius Junaidi, Ketua TP PKK Maria Christina Frederick Edwin, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kubar.
(Adv/Diskominfo Kubar)



