156 Pendaftar, 80 Anak Muda Lolos Kutimpreneur Batch 2
SANGATTA — Minat generasi muda Kutai Timur terhadap kewirausahaan terlihat dari jumlah pendaftar Kutimpreneur Batch 2 yang mencapai 156 orang. Setelah melalui seleksi, sebanyak 80 peserta terpilih mengikuti program pembinaan yang digagas PT Kaltim Prima Coal (KPC) tersebut.
Program bertema “Kreatif Berkarya, Berani Berwirausaha” itu resmi dimulai melalui tahapan Selling Competition di Wisma Rayah PT KPC, Sangatta, Selasa (15/9/2026). Peserta yang terpilih berasal dari 45 bidang usaha dengan latar belakang berbeda, mulai dari pelaku usaha aktif hingga calon dan mantan pelaku usaha.
Dari 80 peserta, sebanyak 50 orang telah menjalankan usaha, 15 peserta membawa gagasan bisnis yang akan dirintis, sementara 14 lainnya merupakan mantan pelaku usaha yang ingin kembali mengembangkan bisnis. Program ini menyasar wirausahawan muda berusia 18 hingga 30 tahun.

Specialist Community Empowerment (CE) KPC Rio Rahim mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan adanya kebutuhan terhadap ruang belajar dan pengembangan usaha bagi generasi muda di Kutim. “Harapan kami, kegiatan ini mampu menumbuhkan wirausahawan baru di Kutai Timur sehingga dapat mendongkrak perekonomian daerah sekaligus menekan angka pengangguran,” ujar Rio.
Tahap Selling Competition menjadi awal dari rangkaian pembinaan yang dirancang secara bertahap. Dari 80 peserta, nantinya akan dipilih 30 peserta terbaik untuk mengikuti Business Camp selama tiga hari dua malam.
Peserta terpilih kemudian menjalani praktik pengembangan bisnis selama satu bulan sebelum memasuki tahap akhir berupa Business Proposal Competition. Pada tahap tersebut, peserta akan mempresentasikan rencana bisnis di hadapan dewan juri dan investor potensial.
General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC Wawan Setiawan meminta peserta mengikuti seluruh tahapan dengan serius serta membangun usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan. “Mari menjadi pengusaha muda yang berjiwa sosial dan menciptakan kebaikan bagi sesama. Keberkahan adalah bekal penting dalam perjalanan panjang ke depan,” kata Wawan.
Menurut KPC, pembinaan tidak berhenti setelah seluruh tahapan kompetisi selesai. Peserta juga akan mendapatkan pendampingan dan pemantauan secara intensif selama dua tahun untuk melihat perkembangan usaha sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis yang dibangun.
Program tersebut mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kutim. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kutim diwakili Dr Juniarti turut hadir dalam pembukaan bersama jajaran KPC dan pihak terkait.
Dengan pola pembinaan yang dimulai dari kemampuan menjual, pengembangan usaha hingga penyusunan proposal bisnis, Kutimpreneur Batch 2 diarahkan untuk membekali peserta dengan pengalaman praktis dalam membangun dan mengembangkan usaha.
Tingginya jumlah pendaftar dibandingkan target awal 80–90 orang juga menjadi gambaran besarnya minat terhadap pengembangan kewirausahaan di Kutim. Dari ratusan pendaftar tersebut, 80 peserta kini mendapat kesempatan mengikuti proses pembinaan hingga pendampingan lanjutan.
(sr/ya)



